Madinapos.com, Siabu – Harga Gabah Petani di Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) jauh dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Hal itu disampaikan oleh Kasman Nasution, Minggu (20/9) seorang petani warga Desa Tangga Bosi Tolu di Saba Olbung, ia mengeluhkan harga yang jauh dari peraturan pemerintah.
Ia juga menyampaikan keluh kesahnya, karena setiap musim panen harga gabah selalu turun, hal ini sudah kami rasakan para petani sejak tahun – tahun sebelumnya
” Hari ini gabah kami jual dengan harga Rp.6 200 / kg,sementara melalui peraturan pemerintah seharusnya Rp 6 500/kg. Itu artinya secara tidak langsung kami pertani masih di jajah dan belum merdeka secara ekonomi,” keluhnya.
Kemudian ia berharap, semoga Pemkab Madina bisa mencarikan solusi terbaik bagi petani, sehingga kalau musim panen harga gabah mereka bisa dijual di harga standar dari Pemerintah.
” Bagaimana kami lepas dari sistem yang pada ahirya petani yang terjepit,bayangkan pak jika selisih harga Rp 300 / kg kalau itu satu ton hitung hitungannya dah bisa uangnya beli pupuk atau obat obatan, mohonlah pihak terkait mencarikan solusi terkait ini,” harapnya.
” Untuk itu segeralah pihak terkait turun menyelesaikan persoalan-persoalan yang kami hadapi ini,” pungkasnya.
(Adanan)











