Madinapos.com, Panyabungan – Baru beberapa hari lalu Kantor DPRD Mandailing Natal (Madina) di demo secara besar-besaran oleh aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus.
Hari ini Senin (8/9), Puluhan pedagang Pasar Baru Panyabungan kembali geruduk kantor wakil rakyat tersebut untuk menyampaikan aspirasinya yang dinilai tidak berjalan dengan baik sebagai perpanjangan tangan rakyat kepada Pemerintah.
” Aspirasi Pedagang kepada DPRD tidak pernah tersampaikan dengan baik kepada Pemkab Madina,” ucap salah satu peserta aksi dalam orasinya.
Mereka juga menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:
1. Mengkaji ulang penetapan harga sewa kios Pasar Baru Panyabungan yang dinilai terlalu memberatkan, terlebih di tengah menurunnya daya beli masyarakat.
2. Meminta penetapan pembayaran pembukaan pasar baru dimulai pada Januari tahun mendatang.
3. Menghapus atau menurunkan retribusi pasar yang saat ini dipatok Rp2 juta per kios, yang sudah termasuk biaya kebersihan dan pelayanan, namun faktanya pedagang masih dipungut biaya tambahan untuk penggunaan toilet dan parkir.
4. Mengembalikan kios atau toko yang dikuasai ASN non-pedagang kepada pedagang yang benar-benar berjualan.
5. Mengusut dugaan permainan dalam pencabutan nomor kios yang dilakukan pengelola pasar, di mana beberapa pedagang lama yang kiosnya terbakar tidak diizinkan mengikuti pengundian nomor karena belum melunasi biaya bangunan yang sudah hangus.
Setelah dipaksa dengan bakar ban dan desakan lainnya, akhirnya Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis baru turun menemui massa aksi. Di hadapan semuanya ia berjanji segera memanggil pihak terkait dan mencari solusi secepatnya.
” Kami akan tindaklanjuti keluhan bapak dan ibu semua. DPRD akan memanggil dinas terkait untuk membicarakan permasalahan ini,” tegas Erwin.
Erwin juga berjanji, seluruh anggota Dewan akan turun langsung ke Pasar Baru untuk mendengar keluhan para pedagang.
Aksi unjuk rasa ini berjalan aman dan lancar hingga selesai, Pedagang dan sejumlah mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. (Redaksi).











