Madinapos.com, Panyabungan – Masa aksi demonstrasi dari Cipayung Plus Kabupaten Mandailing (Madina) soroti rendahnya tingkat kehadiran DPRD dalam sidang Paripurna dalam beberapa bulan belakangan ini.
” Mohon agar kehadiran anggota DPRD Madina dalam sidang Paripurna belakangan ini ditingkatkan,” ucap salah satu peserta aksi dalan orasinya di depan gedung DPRD Madina Kompleks Perkantoran Payaloting, Rabu (3/9).
Seruan aksi Cipayung Plus ini juga menuntut 6 poin pernyataan sikap seperti :
* Penghapusan pasilitas mewah DPR dan semua tunjangan serta mengaudit seluruh anggota.
* Merevisi (merubah) keputusan Non-Aktif anggota DPR RI menjadi status pemberhentian atau dipecat dari Anggota DPR RI.
* Mendesak DPR RI untuk mengesahkan RUU perampasan aset.
* Mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat Kepolisian terhadap rekan seperjuangan yang menyuarakan aspirasi rakyat.
* Mendesak DPRD Madina untuk secepatnya membuat perda terkait maraknya pelecehan seksual dan kekerasan dilingkungan Pendidikan dan masyarakat Madina
* MOSI tidak percaya kepada DPR
Diakhir, aksi ini mengatakan akan turun kembali dengan masa yang lebih banyak lagi apalagi ke 6 poin tuntutan tidak ditindaklanjuti oleh DPRP Madina.

Selain Ketua dan Anggota DPRD Madina, Bupati H Saipullah Nasution dan Wabup Atika Azmi Utammi serta sejumlah OPD ikut serta menerima demo Cipayung Plus ini.
Ke 6 tuntutan pernyataan sikap peserta aksi demo langsung disetujui, dengan penandatanganan oleh Ketua DPRD Madina untuk diproses dan ditindaklanjuti lebih lanjut.
Demo ini berlangsung aman dan damai atas pengawalan ketat dari Personel TNI-POLRI juga Satpol-PP dari Pemkab Madina. (Redaksi).











