Madinapos.com, Panyabungan – Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) atau pelatihan dasar bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat, untuk menangani kegawatdaruratan pada pasien dengan masalah trauma dan gangguan jantung angkatan ke 7 tahun 2025 yang diselenggarakan oleh DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Mandailing Natal secara resmi ditutup.
Dalam kegiatan ini, PPNI Madina bekerja sama dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Sumatera Utara. Diselenggarakan selama 6 hari mulai 19-24 Agustus ini bertempat di Hotel Rindang Kelurahan Dalan Lidang Kecamatan Panyabungan.
Ketua HIPGABI Sumut dr Duduk Tanjung kepada media ini menjelaskan, tujuan dilaksanakannya pelatihan ini untuk meningkatkan sikil dan SDM keperawatan dalam memberikan pertolongan kepada pasien dengan kondisi gawat darurat.

Apalagi katanya, Kabupaten Mandailing Natal salah satu daerah dengan kondisi cuaca yang ekstrem dan rawan bencana juga adanya jalan lintas yang rawan kecelakaan. Jadi menurutnya pelatihan ini sangat perlu dilaksanakan untuk membekali perawat terhadap pasien kegawatdaruratan tersebut.
” Pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas, bagaimana seorang perawat menyelamatkan nyawa pasien dan mengurangi kecacatan, dan ini merupakan komitmen dari HIPGABI sebagai badan kelengkapan persatuan keperawatan seluruh Indonesia,” jelasnya, Minggu (24/8).
Sementara Ketua DPD PPNI Madina H Hilman Nasution mengatakan, pelatihan ini dilaksanakan selama 6 hari, 3 hari secara daring dan 3 hari lagi melalui praktek secara langsung menangani pasien dan diikuti oleh 27 Perawat yang bertugas di Rumah Sakit maupun Puskesmas yang ada di Kabupaten ini.
Kemudian Hilman berharap semoga ilmu dan skil yang didapatkan oleh para perawat yang mengikuti pelatihan ini mampu mengimplementasikannya dilingkungan sekitar ataupun di unit kerja masing-masing.
” Kita dari PPNI Madina terus berupaya meningkatkan kualitas keperawatan melalui pelatihan – pelatihan yang dilaksanakan, dan ini masuk angkatan ke 7 di Kabupaten kita,” kata Hilman.
Karena lanjut Hilman, sesuai dengan kultur wilayah kita yang rawan bencana dan kegawatdaruratan, makanya perlu terus kita bekali dan persiapkan keperawatan kita agar nantinya mampu menghadapi situasi seperti itu.
Diakhir, Hilma juga mengatakan, kader PPNI Madina selalu menguasai petugas haji di Sumatra Utara, artinya paling banyak dari Kabupaten lain. Itu membuktikan anggota PPNI dibawah kepemimpinannya mempunyai kompetensi dan mampu bersaing dengan perawat dari Kabupaten kota lainnya di Provinsi ini. (Redaksi).











