Madinapos.com, Panyabungan – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bersama jajaran Forkopimda gelar rapat koordinasi pembahasan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Operasional Premanisme dan Ormas, Narkoba serta Tambang Liar, Rabu (18/6).
Rapat koordinasi yang diselenggarakan di aula kantor Bupati ini turut dihadiri oleh Bupati Madina, Kapolres, Pasi Intel mewakili Dandim, Pabung, BNNK, Sekda, Anggota DPRD, jajaran Asisten, sejumlah OPD dan Camat serta tokoh agama dan masyarakat.
Bupati Madina H Saipullah Nasution mengatakan pembentukan satgas ini dilaksanakan untuk menimalisir tindak kejahatan yang terjadi karena premanisme dan Ormas, pengaruh Narkoba Serta dampak dari Tambang Liar bagi masyarakat dan lingkungan.

Jadi dalam keputusan rapat yang baru dilaksanakan ini, Saipullah menjelaskan dalam Minggu ini satgas akan terbentuk yang akan dipimpinnya langsung serta dukungan dari TNI-POLRI juga unsur lainnya.
” Satgas ini segara terbentuk dalam Minggu ini, tim kecil akan bekerja merumuskannya supaya secepatnya terbentuk,” jelasnya.
Bupati juga menanggapi saran dan masukan yang didapatkan dalam rapat koordinasi ini, ketika ditanya terkait dukungan, ia mengatakan semua unsur di Madina mendukung penuh langkah pembentukan Satgas ini.
” kita lebih baik mencegah daripada melakukan penindakan. Kos nya lebih berat nanti kalau penindakan dan juga sampai masalah ke penegakan hukum,” ujarnya.
Diakhir, Bupati juga menyinggung proses pengusulan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan pengurusan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang saat ini masih tahap proses pengumpulan administrasi.
” Kita sedang mengumpulkan semua permohonan-permohonan yang sudah masuk ke Dinas Perizinan. Baru kemudian dilengkapi, diteruskan pengusulan ke pak Gubernur Sumatera Utara,” pungkas Saipullah. (Redaksi).











