Madinapos.com, Panyabungan – Kepala Sekolah SMPN 7 Satu Atap di Desa Siobon Jae, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Parwis Nasution, S.Pd, gotong royong bersama masyarakat Siobon Jae dan Sopo Batu membuka jalan lintas yang tertutup semak belukar, Minggu (1/6/2025).
Pembukaan jalan lintas ini juga dalam momentum menyambut Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2025. Jalan lintas dimaksud adalah perbatasan antara Desa Siobon Jae dan Desa Sopo Batu dengan panjang jalan lebih kurang 2,5 kilometer.

Pihaknya membuka jalan dengan alat seadanya, dan memanfaatkan racun rumput sebagai langkah agar tumbuhan semak belukar mati.
Parwis Nasution dalam keterangan resminya menyebut, pembukaan jalan ini sebagai upaya untuk menarik minat anak-anak usia sekolah yang tinggal di Desa Sopo Batu agar kembali mau bersekolah di SMPN 7 Satu Atap.
Parwis menerangkan, banyak anak usia sekolah di desa itu tidak lagi melanjutkan akibat jarak dari desa ke sekolah yang berada di pusat Kota Panyabungan amat jauh sekira 7 kilometer. Selain terkendala jarak, infrastruktur jalan juga amat rusak.
“Jalan lintas Sopo Batu ke Siobon Jae ini lebih pendek dari pada ke pusat Kota Panyabungan. Dahulu, anak-anak dari Sopo Batu sekolah SMP di Siobon Jae, namun karena jalan sudah tertutup akibat semak belukar, hari ini kita buka kembali,” kata Parwis Nasution.
Parwis mengaku sangat optimistis bahwa anak-anak usia sekolah akan kembali berminat melanjutkan pendidikan di sekolah yang ia pimpin itu. Namun demikian, sinergitas antara pihak sekolah dan pemerintah desa sangat dibutuhkan.
“Hingga saat ini, 12 orang anak-anak sudah terkonfirmasi mau kembali bersekolah dari Sopo Batu. Alhamdulillah ini berkat kerja sama antara pihak sekolah, masyarakat, dan pemerintah desanya. Terima kasih,” ucap dia.
Parwis juga menambahkan, sejak launching becak oleng gratis untuk antar-jemput siswa khusus dari Desa Aek Mata, minat anak-anak kembali semangat untuk sekolah. Untuk tahun ajaran 2025/2026, Parwis sudah berhasil merekrut 40 calon siswa.
“Alhamdulillah wa Syukurillah, anak anak yang sudah terkonfirmasi mendaftar di SMPN 7 Satu Atap di Siobon Jae dari tiga desa mencapai 40 orang. Saya optimistis dengan upaya kita dalam merangkul, siswa akan terus bertambah,” ungkapnya.
Gebrakan yang dibuat tersebut, kata Parwis, semata hanya ia ingin anak anak yang berada di pelosok desa semakin maju dalam segi ilmu dan mempunyai level pemikiran yang sama dengan anak-anak di wilayah perkotaan.
Kepala Desa Sopo Batu, Hendri Rangkuti, menyambut baik inovasi dari Guru Parwis Nasution. Hendri mengucapkan terima kasih kepada tenaga pendidik di SMPN 7 Satu Atap, dan juga masyarakat yang berada di wilayah sekolah.
“Gebrakan dari pak Parwis Nasution ini sangat langka kami temukan. Beliau rela mengorbankan waktu bersama keluarga di hari libur demi membersamai masyarakat dalam membersihkan jalan lintas ini,” ucap Kades Sopo Batu.
Kepala Desa Siobon Jae, Imal, menambahkan, pembukaan jalan lintas Sopo Batu-Siobon Jae merupakan ajakan dari Parwis Nasution selaku Kepala Sekolah SMPN 7 Satu Atap. Langkah tersebut, kata dia, sebuah inovasi positif dalam memajukan pendidikan di wilayah tiga desa.
“Pemerintah desa Siobon Jae mendukung penuh langkah yang digagas oleh pak Parwis ini. Jalan lintas ini sudah lama ditutup semak belukar. Dengan dibukanya kembali, mudah-mudahan anak-anak dari desa tetangga kembali mau bersekolah,” ujarnya.
Hendri dan Imal mendukung penuh semangat Parwis Nasution dalam memajukan dunia pendidikan. Pihaknya bersama aparat desa dan elemen masyarakat siap membantu membujuk agar anak anak mau bersekolah di SMPN 7 Satu Atap tersebut.
Hadir dalam kegiatan gotong royong, para guru di SMPN 7 Satu Atap bersama komite sekolah, Kades Sopo Batu dan Siobon Jae bersama aparatnya, serta masyarakat. (Redaksi).











