Madinapos.com, Siabu – Kegiatan Lomba Tingkat (LT) III Pramuka Penggalang Kabupaten Mandailing Natal mencapai puncaknya dengan penyalaan api unggun yang berlangsung khidmat di Lapangan Garuda, Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, Jumat malam (30/05/2025) pukul 00.30 WIB.
Upacara api unggun ini dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Mandailing Natal, Lismulyadi, yang sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi, melainkan simbol semangat dan nilai-nilai kepramukaan yang terus menyala.
“Api unggun bukan untuk disembah, tetapi sebagai simbol penyemangat, penerang, dan penghangat. Seperti api yang menyala, semangat kepramukaan juga harus terus dijaga agar tidak padam,” ujar Lismulyadi di hadapan seluruh peserta dan tamu undangan.
Acara tersebut diikuti oleh enam Kwartir Ranting (Kwarran) dan 13 Gugus Depan (Gudep) dari berbagai wilayah di Kabupaten Mandailing Natal. Turut hadir perangkat pemerintahan desa serta masyarakat setempat yang antusias menyaksikan prosesi sakral tersebut.
Menurut Lismulyadi, LT III bukan hanya ajang perlombaan semata, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat solidaritas, saling bertukar pengalaman antar Gudep dan Kwarran, serta membangun karakter generasi muda yang tangguh.
“Kegiatan ini bukan tentang siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah nilai-nilai yang ditanamkan—kedisiplinan, kebersamaan, dan kepemimpinan. Masing-masing wilayah, baik Natal, Kotanopan, maupun Siabu, memiliki karakter berbeda yang justru menjadi kekayaan dalam gerakan Pramuka,” jelasnya.
Sebagai penutup, Lismulyadi mengajak seluruh elemen kepramukaan, baik dari internal maupun eksternal, untuk terus memberikan masukan demi kemajuan kegiatan Pramuka di Kabupaten Mandailing Natal.
“Kami terbuka terhadap saran dan kritik yang membangun. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dengan semangat baru, demi mencetak generasi muda yang berintegritas dan siap menjadi pemimpin masa depan,” pungkasnya.
Malam penyalaan api unggun pun menjadi momentum penuh makna—menerangi gelapnya malam sekaligus membakar semangat seluruh peserta untuk terus berkarya dan mengabdi melalui gerakan Pramuka, (Prans Lubis).











