Madinapos.com – Padang Lawas.
Mahasiswa dan Pemuda KOMPRI-SU (Koalisi Mahasiswa dan Pribumi Sumatera Utara) dan GPM (Gerakan Mahasiswa dan Pemuda), berunjuk rasa damai di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Padang Lawas (Palas) di jalan Karya Pembangunan, Jum’at (19/05/2023).
Dalam Aksi Damai tersebut, Panaekan Hasibuan bertindak selaku Koordinator Aksi menyampaikan beberapa poin tuntutan didepan Kantor DPRD Palas, diantaranya, minta DPRD bersuara atas mandeknya Proyek Multi Years Contract (MYC) senilai Rp170 miliar yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) untuk pembangunan jalan 30 km di Kabupaten Padang Lawas (Palas), progres peningkatan jalan tersebut telah beberapa bulan tak kunjung selesai atau mandek.
Mereka juga mempertanyakan tupoksi DPRD Palas yang selama ini terkesan diam dan seolah buta atas terjadinya defisit anggaran tahhun 2022 mencapai Rp.24,8 M, persoalan gaji TKS. Mereka melakukan aksi sebagai bentuk kekecewaan sekaligus prihatin atas kinerja DPRD Kabupaten Padang Lawas
KOMPRI dan GPM saat Orasi di depan gedung DPRD bertambah kecewa tak satupun anggota DPRD yang keluar menanggapi aspirasi mereka, ” Padahal DPRD adalah tempat dan penerima aspirasi rakyat, ini sudah terlalu,’ kata Panaekan sebagai koordinator Aksi.
Mahasiswa lainnya Kurnia Hasibuan selaku Kordinator Lapangan menuding 30 orang anggota DPRD Palas tidak mengerti tupoksinya sebagai pemegang amanah sesuai UU No. 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
” Kita menduga anggota DPRD Padang Lawas memang tak amanah, atau memang mereka tidak pernah melakukan reses untuk jemput aspirasi masyarakat di Palas ini, kami dari KOMPRI dan GPM kuat menduga bahwa reses para anggota DPRD Palas yang terhormat, tidak benar di laksanakan dalam arti rekayasa laporan (fiktif)”, tegasnya.
Dugaan kita sangat berdasar, kata Kurnia, beberapa kejadian dan keluhan masyarakat Padang Lawas sepertinya mereka tak perduli, terkesan buta dan tuli atas keluhan nasyarakat selama ini,’ terang Kurnia.
Mereka saat melakukan aksi damai di kawal oleh pihak ke amanan Satpol PP, dan personil Samapta Polres Palas serta personil Polsek Barumun. (**)
Penulis : A Salam Srg.











