Menu

Mode Gelap

Pendidikan

SMK 1 Mbg Buka Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan


					SMK 1 Mbg Buka Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan Perbesar

Madinapos.com – Panyabungan.

SMK Negeri 1 Muara Batang Gadis, merupakan satunya sekolah setingkat menengah atas kejuruan negeri di Wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal Prov. Sumatera Utara yang membuka jurusan ATP (Agribisnis Tanaman Perkebunan) hingga Tahun 2023 ini.

SMK yang beralamat di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis (Mbg) Kabupaten Mandailing Natal ini telah berhasil mengantarkan putra putri dari berbagai daerah ini masuk di Universitas, diantaranya Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agribisnis Perkebunan (STIPAP), Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Universitas Sumatera Utara, UINSU dan UIN Imam Bonjol Padang.

Parlindungan Sach Lubis, S.Pd, menceritakan awalnya sekolah ini didirikan oleh almarhum H. Anif, setelah dihibahkan ke pemerintah setempat, mulai tahun 2011 efektif beroperasi dan mulai menerima siswa-siswi baru, jumlah siswa kelas X, XI, XII mencapai 205 siswa pertahun ini yang berasal dari desa-desa yang ada di Kecamatan Muara Batang Gadis sekitarnya.

Menurut Parlindungan lulusan dari SMK Negeri 1 Muara Batang Gadis ini sudah banyak melanjutkan pendidikan di beberapa universitas terkemuka saat ini,” para alumni SMK Neg. 1 Mbg ini cukup mampu berkopetensi dengan siswa lainnya yang berasal dsri sekolah setingkat diperkotaan”, ungkapnya.

Ia juga mengatakan pihak sekolah terus memantau siswa – siswi alumni sekolah ini setelah tamat dan melajutkan pendidikan, “selain melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas, tamatan SMK Negeri 1 MBG ini sebagiannya sudah diterima bekerja di beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit di Mandailing Natal bahkan ada juga yang bekerja di PTPN dan perusahaan perkebunan Sinar Mas”, ungkap Kasek.

Sementara itu ketua jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan, Purnomo, SP, menjelaskan bahwa metode pembelajaran di SMK 1 MBG adalah dengan cara mengkombinasikan teori dan praktek dengan komposisi 30% teori dan 70% praktek.

” Untuk materi teori dipelajari di sekolah, sedangkan materi praktek dipelajari di perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada disekitar sekolah ini”, katanya.

Lebih lanjut Purnomo merinci bahwa praktek yang dimaksud disebut dengan fieldtrip yaitu siswa kelas X dan guru pendamping melakukan kunjungan ke perusahaan selama 3 hari setiap bulannya untuk menyelaraskan antara teori yang dipelajari disekolah dengan praktek di perusahaan.

” Selain fieldtrip setiap siswa tingkat/ kelas XI diharuskan mengikuti Prakerin ke perusahaan. Prakerin ini merupakan praktek belajar langsung di perusahaan selama enam bulan dan setelah itu para siswa diwajibkan untuk melakukan seminar hasil prakerin di sekolah dan di perusahaan untuk mempertanggung jawabkan hasil prakerinnya”, katanya.

Ia juga mebjelaskan saat ini SMK Negeri 1 Muara Batang Gadis sudah menjalin kerjasama sebagai tempat fieldtrip dan prakerin dengan beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit,” SMK Neg. 1 Mbg menjalin telah kerjasama dengan PT. Anugerah Langkat Makmur, PT. Madina Agro Lestari, PT. Sawit Sukses Sejati, PT. Rimba Mujur Mahkota dan PT. Rendy Permata Raya untuk program ini”, tutupnya. (Sapril)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 235 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

SMP 4 Siabu Lepas Siswa Kelas IX, Kepala Sekolah Ingatkan Teruslah Belajar

18 Mei 2024 - 18:26

Bupati Dolly Bagikan Susu Gratis Ke Anak SD Sebagai Stimulus Semangat Belajar

18 Mei 2024 - 17:22

MApN Rantobaek Gelar Sosialisasi PPDB 2024, Ajaran Baru Semangat Baru

15 Mei 2024 - 14:12

SMAN I Batahan Buka Penerimaan Peserta Didik Baru TP 2024 – 2025

12 Mei 2024 - 22:33

Hadiri Kelulusan 171 Siswa MTSN 6 Linggabayu, Camat : Jadilah Contoh Yang Baik

7 Mei 2024 - 14:55

Pementasan Drama Sampuraga Iringi Pelepasan Siswa /i MTSN 4 Madina

4 Mei 2024 - 19:44

Trending di Pendidikan