Menu

Mode Gelap

Berita Daerah

Bupati Tapsel Ajak ASN Terapkan Bahasa Indonesia Tapi Jangan Lupakan Bahasa Daerah


					Bupati Tapsel Ajak ASN Terapkan Bahasa Indonesia Tapi Jangan Lupakan Bahasa Daerah Perbesar

Madinapos.com – Tapsel.

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Dolly Pasaribu mengajak para ASN dan Non ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapsel untuk selalu menerapkan Bahasa Indonesia namun jangan melupakan Bahasa Daerah.

Hal itu disampaikannya saat memberi sambutan acara penyuluhan Bahasa Indonesia bagi OPD, Guru PNS dan Non PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di Aula Sarasi, Lantai III, Kantor Bupati setempat, Sipirok, Rabu (10/5/2033)

Dikesempatan itu, Dolly Pasaribu juga menyampaikan, bahwa kedudukan Bahasa Indonesia sangat kuat dimana melingkupi seluruh kegiatan maupun proses ketatanegaraan dan ketatapemerintahan.

Seperti halnya dalam acara resmi, tidak diperbolehkan seseorang menggunakan bahasa lain meskipun bahasa yang dipahami itu bahasa yang dia anut.

“Dalam hal ini, di Indonesia bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi bahkan menjadi alat pemersatu bangsa kita, ini tercermin dari kongres pemuda tahun 1948 yang bersepakat menjunjung tinggi bahasa persatuan yaitu bahasa indonesia,” ungkap Dolly.

Dengan menggaungkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional bukan berarti melupakan Bahasa Daerah sendiri. Dimana Kementrian Pendidikan Nasional telah mengambil kebijakan dengan adanya upaya untuk melestarikan bahasa daerah (lokal).

Seperti di Tapanuli Selatan, menggunakan Bahasa Angkola yang merupakan bahasa daerah (bahasa ibu) karena setiap hari masyarakat Tapsel selalu memakai bahasa daerah.

“Apalagi Tapsel pernah mengirimkan duta bahasa daerahnya pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Nasional di Jakarta pada 12-14 Februari 2023 yang lalu dan Tapsel berhasil menerima penghargaan dari Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim atas dukungan dan upaya pemerintah daerah dalam melestarikan bahasa daerah,” ungkap Dolly.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara Hidayat Widiyanto, M.Pd menyebutkan bahwa untuk menguatkan Bahasa Indonesia perlu diupayakan menjadi salah satu Bahasa Internasional pada tahun 2045 mendatang, minimal dalam lingkup ASEAN.

Oleh karena itu, Hidayat berharap semoga Bahasa Indonesia akan menjadi bahasa kedua di ASEAN setelah Bahasa Inggris.

“Pertama Bahasa Indonesia lebih memiliki penutur yang lebih banyak daripada Bahasa Melayu Malaysia, yang kedua struktur Bahasa Indonesia lebih pakem, lebih tajam, dan lebih baik. Yang ketiga Bahasa Indonesia sudah diajarkan diminimal 45 Negara di Dunia,” paparnya. (Sayuti)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 88 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Polres Madina dan BPJS Kesehatan Sosialisasikan Program JKN Bagi Personil Peserta BPJS

22 Mei 2024 - 18:09

Desa dan Kelurahan se Kecamatan Panyabungan Gelar Gotong Royong Serentak

22 Mei 2024 - 14:34

Camat Siabu Sudrajat Putra : PHBS Mampu Tekan DBD

21 Mei 2024 - 23:20

Forkopimcam Siabu Tinjau Dampak Kerusakan Banjir di 2 Desa

21 Mei 2024 - 22:27

Forkopimcam Muara Sipongi Salurkan Sembako Kepada Warga Ranjo Batu

21 Mei 2024 - 22:07

Syukuran Radio StArt 02.6 FM Ke 17, Menyala Dan Menginspirasi

21 Mei 2024 - 22:00

Trending di Berita Daerah