Madinapos.com – Panyabungan.
Bupati HM Jakfar Sukhairi Nasution mengatakan terlalu sedikit ruang peranan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) dalam menyikapi setiap permasalahan atau insident yang terjadi di Wilayah Kerja Panasbumi PT. SMGP di Wilayah Sibanggor.
Hal itu dikatakannya saat membuka rapat evaluasi hasil investigasi Panasbumi
oleh tim Energi Baru Terbarukan dan Konsenvasi Energi (EBTKE) mengenai dugaan paparan Gas sekitar desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Merapi yang terjadi (6/3/22) lalu di Aula Kantor Bupati, Jum’at (13/5).
” Sangat sedikit, hanya ketika ada masalah saja baru dilibatkan, kalau untuk hal lain kita jarang dikasih tahu”, papar Sukhairi.
Ia juga mengatakan banyak yang harus diketahui Pemerintah Daerah demi kepentingan masyarakat,” kita memang tidak pungkiri bahwa ini program nasional, demi memenuhi kebutuhan energi, namun untuk kejadian itu kita harus menyurati Kementerian SDM untuk meninjau, mengkaji dan menginvestigasi kejadian yang terjadi (06/3) lalu”, tambahnya.
Perwakilan masyarakat dan pihak SMGP, lanjut Sukhairi telah duduk bersama demi menuntaskan hal – hal yang terjadi, dengan membentuk tim investigasi, dalam tim ada juga Wakil Bupati, namun sebelum keluar hasil investasinya tanggal (24/4), terjadi kejadian bocoran gas lagi, mengakibatkan puluhan orang dilarikan kerumah sakit.
“Jadi, saya harap investigasi ini jangan main – main, karena bukan ini saja yang harus kita kerjakan”, tutupnya. (Suaib)











