Madinapos.com – Panyabungan.
Menyikapi perlakukan pengeroyokan atau penganiayaan terhadap Jepri Barata Lubis, salah seorang Wartawan Media Online di Kabupaten Mandailing Natal di salah satu kaffe di Kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut Jumat (4/3) malam.
Sejumlah wartawan di Mandailing Natal berkumpul di tempat kejadian, selain mendengarkan kronologis sebenarnya dari Jepri, juga dimintai pendapat langkah yang akan ditempuh oleh rekan wartawan atas kasus penganiayaan ini.
Ketua PWI Madina Ridwan menyampaikan telah memastikan seluruh kejadian ini bukan urusan pribadi,” ini terkait pemberitaan, semua yang disampaikan adalah fakta yang benar dan dapat dipertanggujawabkan atau terkait karya jurnalistik”, paparnya, Sabtu (5/3)
” Jika keberatan atas pemberitaan, silahkan pergunakan hak jawab atau bantahan, jadi bukan dengan cara kekerasan karena itu tak beradab, kemudian dalam kasus ini PWI Sumut akan menurunkan LBH Pers untuk melakukan advokasi”, ungkapnya.
Sementara itu Ali Musa (Manto) Lubis, senior wartawan di Panyabungan mengatakan juga prihatin atas kasus ini. Ia mengatakan semua patut mengutuknya dan mengecam segala bentuk kekerasan kepada dunia pers, serta meminta kepada penegak hukum untuk segera mengusutnya,”saya pikir teman jurnalis tidak bolek takut dan gentar, tetap menuliskan karya jurnalistiknya untuk dibaca masyarakat”, tutupnya.
Hal senada disampaikan senior wartawan Iskandar Hasibuan. Ia menyesalkan aksi kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi,” saya mengambarkan itu sangat brutal, saya prihatin akhirnya kekerasan itu terjadi kepada adek saya Jepri, saya mengutuknya dan meminta Kepolisian segera menangkap pelaku”, tutupnya.
Pertemuan diakhiri dengan penandatanganan pernyataan sikap dari seluruh wartawan yang hadir. (Am)











