Madinapos.com – Panyabungan.
Ketua Koalisi Mahasiswa Pergerakan Kabupaten Mandailing Natal (Kompak Madina) M. Taufik Pulungan mengharapkan kepada masyarakat supaya jangan ada lagi politisasi “Tari Ular” yang mengarah saling tuding, yang pada akhirnya membuat kisruh suasana.
“Adegan itu memang tidak patut dipertontonkan dan kita turut mengecam, namun kami melihat sudah mulai menyentuh ranah politisasi yang kurang sehat”, ungkapnya, Selasa (1/2) disalah satu kaffe di Panyabungan.
Menurut Taufik Pulungan masyarakat harus lebih jeli menilai peristiwa tersebut hingga tidak terus menjadi bahan gorengan baik dimedia maupun akun sosial,” kita minta jika memang ada ketentuan yang dilanggar maka silahkan kepolisian memprosesnya secara hukum, namun jangan menambah kisruh suasana dimana saatnya kita mulai menjalankan program pembangunan daerah ini”, tutupnya.
Sementara Imam Ahmadi Sekjen Kompak Madina menilai jika menyangkut persoalan ketidakpatutan, etika bermasyarakat dan kaedah agama dan sosial lainnya maka MUI juga hatus mengeluarkan statemen tegas, termasuk sanksi sosial terhadap prilaku yang tidak wajar tersebut.
” Kami berharap pemerintah daerah membuatkan aturan dan pembatasan pada kegiatan yang yang tidak wajar dipertontonkan bagi masyarakat kita tersebut, selain itu tentunya pengawasannya harus terus dilakukan agar generasi muda kita juga tidak terikut kegiatan – kegiatan tersebut”. tutupnya.
Penulis : Dedek
Photo : Dedek
,











