Madinapos.com – Panyabungan: Puluhan Masyarakat Desa Simangambat Tambangan (TB) Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendatangi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk meminta Muslih Lubis tetap jadi Plt Kepala Desa mereka, Kamis (6/1/2022).
Puluhan masyarakat yang tergabung dari Tokoh Masyarakat Tokoh Adat meminta Kepala Dinas PMD, Parlin Lubis AP Msi mempertahankan Plt Kepala Desa mereka, Muslih Lubis sampai Pilkades terlaksana.
” kami masyarakat mendengar isu bahwasanya ada pihak lain di desa yang tak suka dengan Muslih sehingga mau diberhentikan / diganti melalui Dinas PMD,” kata warga
Muslih bagi mereka sudah seperti saudara dekat. Beliau membawa perubahan yang signifikan termasuk mau membantu masyarakat yang kesusahan, mendirikan pengajian dan masih banyak lagi kebaikan beliau,” Ucap Aisyah salah satu warga yang ikut mendatangi kantor Dinas PMD.
Sementara Kepala Dinas PMD, Parlin Lubis menjelaskan tujuan masyarakat tersebut datang ke Dinas PMD untuk mempertanyakan informasi beredar bahwa Plt Kepala Desa mereka mau diberhentikan.
” Tadi sudah saya sampaikan bahwa kita harus bedakan dulu antara penjabat kepala desa dengan kepala desa depenitif. Sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan nomor 6 tentang desa ataupun peraturan pemerintah nomor 43 tahun 2014 bahwa pejabat kepala desa berasal dari Pegawai Negeri Sipil yang ditunjuk oleh Bupati. Artinya adalah pejabat kepala desa itu ditunjuk oleh Bupati,” jelasnya.
Parlin menjawab informasi penggantian pejabat kepala desa itu sudah benar, tapi siapa nantinya yang menjabat itu adalah kewenangan Bupati, Muhamamad Ja’far Sukhairi.
” Kenapa pejabat kepala desa mereka diganti, kan pak Muslih saat ini memiliki 3 rangkap jabatan. Artinya secara efektivitas maupun secara efesiensi kerja di sebuah organisasi adalah kurang tepat satu orang memiliki 3 jabatan, namun itu semua tetap kita tunggu arahan pak Bupati,” tambahnya.
Sementara Muslih Lubis saat dihubungi mengaku sudah pernah membuat surat pengunduran diri namun, masyarakat tak pernah setuju.
Untuk mengambil kebijakan atau menyelesaikan permasalahan tersebut, Muslih ikut perintah Bupati, Muhamamd Ja’far Sukhairi Nastion.
” Saya ikut arahan Bapak Bupati saja, mau maju kembali saya siap. Begitu juga kalau harus mundur, juga siap,” imbuhnya.
Reporter : Suaib











