Sejak tahun 2019, Indonesia menjadi salah satu negara yang telah mengalami perubahan yang
sangat drastis, semua hal tersebut dikarenakan sejak tahun 2019 Indonesia telah terpapar virus yang sangat mematikan. Virus tersebut mulanya terpantau dari Wuhan Negara Cina, yaitu Virus Corona ( Covid 19). Dengan hal urgent tersebutlah Indonesia sangat banyak membuat peraturan-peraturan baru agar meminimalisir penyebaran dari Virus Corona (Covid 19).
Adapun peraturan yang disahkan oleh pemerintah yang menjadi keluhan setiap masyarakat ialah Pertama diwajibkan semua orang memakai masker dalam melakukan kegiatan di luar rumah. Kedua mewajibkan Vaksin kepada setiap orang. Ketiga PPKM, dan Keempat Menghindari kerumunan dll.
Sejak diberlakukan peraturan tersebut, masyarakat sangat sulit untuk mendapatkan penghasilan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli ( STPKM ) memberikan solusi kepada masyarakat yang berada di Desa P. Sorkam, Kecamatan Sorkam Barat. STPKM telah melaksanakan kegiatan penyuluhan pada tanggal 20 Desember 2021. Penyuluhan yang dilaksanakan oleh mahasiswa STPKM bertujuan untuk memberikan solusi kepada masyarakat Desa P. Sorkam agar tetap mematuhi peraturan pemerintah terkait Protokol Kesehatan.
STPKM juga memberikan edukasi kepada masyarakat Sesa P. Sorkam agar setiap rumah membuat Budikdaamber ( Budidaya Ikan Dalam Ember ).
Budikdamber merupakan teknik budidaya ikan ramah lingkungan yang memadukan antara budidaya ikan dan sayuran dengan menggunakan sarana ember sebagai wadah budidaya ikan serta memanfaatkan air media budidaya untuk tumbuh kembang tanaman sayuran.
Pada saat penyuluhan, STPKM juga mempresentasikan bagaimana keuntungan dari Budikdamber. Hanya bermodalkan ember, bibit ikan, bibit sayur kangkung, kita sudah bisa berkebun dan membudidayakan ikan lele di sekitar rumah dengan tidak memakan banyak tempat.
Adapun yang dihasilkan dari Budikdamber yaitu Pertama : Sayur yang segar dari Budikdamber, Kedua : Ikan lele yang mudah untuk dibudidayakan dan Ketiga: air dari bekas Budikdamber sangat bagus untuk dijadikan pupuk.
Penulis : Sapta Dwy Prananda Harahap, Mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan Dan Kelautan Matauli, Kabupaten Tapanuli Tengah Prov. Sumatera Utara.
Photo : Kiriman Penulis.











