Madinapos.com-MBG : Banjir yang melanda Desa Hutaimbaru, Kecamatan Muara Batang Gadis samapi malam ini belum juga surut, ketinggian air di pemukiman warga masih 1 meter.
Salah seorang Sekdes Lubuk Kapundung II Aman Lubis yang berhasil di hubungi Madinapos via tlphon malam ini 20/12/2021 mengatakan, banjir di Desa Hutaimbaru sampai malam ini belum juga surut, ketinggian air memang sudah nyusut, dari 4 meter, saat ini tinggal 1 meter lagi, warga setempat masih mengungsi dan butuh makanan serta pakaian, sebab warga yang mengungsi di perbukitan hanya miliki pakaian basah akibat banjir.
” ya kalau di Desa Hutaimbaru nya air masih satu meteran lagi di pemukiman, warga juga butuh air bersih untuk di minum, bahan makanan juga, yabg oaling oentingnya pakaian anak anak dan dewasa karena pakaian warga basah semua ” kata Aman Lubis.

Ketinggian air di desa Hutaimbaru, Kecamatan Muara Batang Gadis sore tadi masih di kisaran 1 meter.
Di tiga Desa lainnya kata Sekdes ini, yakni Desa Ranto Panjang, Lubuk Kapundung I dan Desa Lubuk Kapundung II Banjirnya sudah surut, wargapun sudah bersih bersih lumpur yang masuk ke rumah warga akibat banjir.
Masyarakat kata Sekdes Lubuk Kapundung II ini berharap agar ada bantuan pakaian anak sekolah, pakaian harian, karena pakaian hanyut terbawa banjir.
Ketika ditanya akses masuk ke lokasi, Sekdes mengaku masih tidak bisa, karena air sungai di lokasi pertemuan sungai batang gadis dan muara parlampungan masih deras dan mengancam nyawa kalau nekat melewatinya.
Banjir di Daerah Siulang Aling ini terjadi pada Sabtu 18/12/2021 kemarwn, banjir ini akibat luapan sungai Bagabg Gadis dan Parlampungan. Ketinghian air di oemhkiman warga saat itu mencapai 2 sampai 4 meter, kondisi terparah di alami desa Hutaimbaru dimana ketinggian air di Desa ini mencapai 4 meter.
Untuk menunu ke empat desa ini memang harus lewat jalur sungai batang gadis, dengan menaiki perahu robin yang bermuatan 3 orang, butuh waktu 4 jam, sementara perahu bermesin coldicel muatan 12 orang butuh waktu 8 jam menelusuri sungai hingga sampai ke perkampungan warga.
Sulitnya akses masuk ke 4 Desa yang terdampak banjir ini menjadi salah satu paktor menyalurkan logistik.
Reporter : Safril/Red











