Madinapos.com – Padang Lawas.
Plt. Bupati drg. H. Ahmad Zarnawi Pasaribu. C.Ht.MM.M.Si resmi membuka acara sosialisasi pendataan fakir miskin Kabupaten Padang Lawas (Palas) melalui Kementerian Sosial ( Kemensos) di aula Hotel Syamsiah Sibuhuan, Senin (6/12-2021).
Plt. Bupati mengatakan tujuan sosialisasi pendataan fakir miskin yang di laksanakan hari ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada peserta bagaimana teknis verifikasi dan validasi, terutama untuk Data Terpadu Kesajehteraan Sosial (DTKS) yang belum valid serta pengusulan data fakir miskin yang belum masuk daftar.
Selain itu, tujuan dilaksanakanya sosialisasi pendataan fakir miskin ini merupakan upaya untuk merangkul, serta menjaring kerjasama semua elemen, serta pemerintahan dan stakeholders terkait, untuk turut serta dalam pelaksanaan penanggulangan kemiskinan.
“Saya ataupun para unsur Dinas Sosial Kabupaten Padang Lawas sebagai mitra dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial, sangat mengharapkan bantuanya untuk ikut mensosialisasikan program penanganan fakir miskin sekaligus melakukan pembinaan lanjut tentang keberadaan fakir miskin di Kabupaten Palas”, terang Zarnawi.
Ditambahkannya, “Data yang sudah terbaca di sistem fakir miskin sesuai DTKS sebanyak 29.434 KK/ 134.927 Jiwa (Valid 98.477 Jiwa, yang belum valid 35.450 jiwa ) dan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 9.122 KK, sementara penerima bantuan sosial non tunai (BPNT)/ sembako sebanyak 9.582 kk.
Kepala Dinsos Palas Achmad Fauzan Nst, M.Pd.I selaku panitia sosialisasi pendataan fakir miskin menambahkan, upaya penanganan fakir miskin haruslah dilakukan secara serius dan keberpihakan dengan cara memberdayakan masyarakat, dimana masyarakat tersebut memang masuk dalam kategori penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).’kata Kadis.
“Kita harus mencipatan sebuah pemahaman dan kesinambungan semua stakeholders baik unsur pemerintahan pusat, provinsi maupun kabupaten”,terangnya.
Ditambahkannya, Program pengentesan kemiskinan yang dilakukan oleh kementrian sosial saat ini menggunakan basis data terpadu (BDT), melalui aplikasi sistem informasi kesejahteraan sosial-next generation (SIKS-NG),untuk mempermudah akses data’, terang fauzan menutup.
Penulis ; A Salam Srg.











