Berita Daerah

Pengelola Instalasi Pembibitan Sapi Pemprovsu Kurang Bersahabat Dengan Pekerja Pers

Madinapos.com – Padang Lawas.

Rencana Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menempatkan instalasi pembibitan ternak sapi potong di Padang Lawas ( Palas ) disambut baik masyarakat dan pemerintah setempat.

Pusat Pembibitan Sapi di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Barumun Selatan, Kabupaten Padang Lawas (Palas) diharapkan dapat meningkatkan produksi sapi dan mendorong Palas menjadi salah satu lumbung ternak untuk menjadikan Sumut sebagai daerah swasembada daging.

Itikad baik Gubsu ini perlu didorong, maka seharusnya pengelola instalasi ini dapat berkerjasama dengan pekerja pers untuk mempublikasikan program dan capaian yang telah dilakukan agar diketahui publik.

Hal ini disampaikan Sunardi S.S.Ag Ketua Serikat Media Siber Indonesia ( SMSI ) PadangLawas- Padang Lawas Utara – Labuhan Batu Selatan, Jum’at (24/09/2021 ) di Sekretariat SMSI Sisupak Kecamatan Barumun.

Sayangnya , lanjut Sunardi pengelola intalansi pembibitan sapi terkesan tertutup terhadap kepentingan informasi publik, Bahkan’, ungkap Sunardi petugas di lapangan bersikap arogan terhadap pekerja jurnalistik.

” Saya sangat menyayangkan peristiwa pengkebirian kerja-kerja jurnalistik oleh pengelola intalasi pembibitan sapi dimaksud yang terjadi Rabu (22/09 ) kemarin”, ungkapnya.

Lebih kecewa lagi, lanjutnya Kadis Peternakan Provsu ketika dikonfirmasi Via Aplikasi WA tidak memberi tanggapan. Sementara itu Sekretaris Dinas Peternakan Provsu ketika di konfirmasi Via WA meminta agar disurati untuk dapat ditanggapi.

“Buat surat aja ya pak biar kita jawab” sebagaimana dituliskan Sekretaris Dinas Perternakan Prov. Sumut.

Lanjut Sunardi, kita yakin Gubsu sendiri dipastikan akan marah jika mendengar ada pejabat tidak bersahabat dengan kalangan Pers,” jangan nodai i’tikad baik Gubsu jadikan Palas Lumbung Sapi dengan ketertutupan Informasi Publik”, sebutnya.

Diinformasikan bahwa insiden ini sempat di Fasilitasi oleh Kadis Peternakan Palas namun tidak ditemukan kesepakatan. Pihak pengelola intalasi mengakui bahwa apa yang di lakukan itu merupakan perintah dari pimpinan.

“Oleh sebab itu kita menduga ada sesuatu yang sangat di rahasiakan dan tak boleh di ketahui publik disana”, pungkas Sunardi.

Penulis : A Salam Srg.

loading...

Komentar Facebook

Related Posts