Menu

Mode Gelap

Hukum

Takut Terjadi Sesuatu, Tokoh Masyarakat Natal Minta Polres Ambil Alih Kasus Penganiayaan Said Rahman


					Takut Terjadi Sesuatu, Tokoh Masyarakat Natal Minta Polres Ambil Alih Kasus Penganiayaan Said Rahman Perbesar

Madinapos-Natal : para tokoh di Natal surati Kapolres Mandailing Natal, mereka meminta, Polres mengambil alih kasus penganiayaan Said Rahman Pelajar Pesantren Mustafawiyah yang dilakukan oknum Sipir Rumah Tahanan Kelas II B Natal bernama DG.

Dalam surat yang ditanda tangani tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan tokoh agama Kecamatan Natal itu menilai penanganan kasus penganiayaan tersebut tidak pas di tangani Polsek Natal, mengingat di polsek tidak ada unit perlindungan anak atau PPA hanya di Polres Madina.

Alasan lain kenapa kasus ini harus di ambil alih Polres Natal untuk menghindari agar warga tidak lagi mendatangi Polsek karena pelaku masih di tahan di sel tahanan Polsek Natal.

Kemudian, pelaku dari isi surat para tokoh masyarakat Natal itu telah juga pernah melakukan hal yang sama pada warga lainnya, namun tidak ada penanganan yang serius karena urung dilaporkan.

Alkap Masri salah seorang advokat dan tokoh masyarakat setempat yang dihubungi Madinapos Selasa Malam (21/09) mengaku telah mengetahui hal tersebut, dan permintaan agar kasus penganiayaan diambil alih oleh Polres juga sudah di setujui orang tua korban.

” Ya kita sudah tahu dan itu persetujuan orang tua korban, karena jelas Polsek dirasa tidak memiliki spesialis untuk memeriksa kasus kekerasan anak, apalagi saat ini psikologis anak terganggu akibat peristiwa yang baru saja di alaminya.” Papar Alkap Masri

Alkap Masri berharap, Kapolres memahami permintaan para tokoh di Natal mengingat setuasinya sangat riskan, apalagi sesuai permintaan masyarakat untuk menghindari hal yang tidak di inginkan karena pelaku masih ditahan di sel tahanan polsek.

Sejauh ini kata Alkap Masri sudah diperiksa beberapa saksi oleh pihak Polsek Natal, namun pemeriksaan itu dinilai belum pas karena yang menangani bukan spesialis, sehingga dikhwatirkan membuat korban merasa takut ditambah situasi psikologis korban yang masih trauma pasca insiden itu.

Reporter : Redaksi

Keterangan Photo : Para tokoh di Natal buat surat ke Kapolres meminta penanganan kasus penganiayaan anak di ambil alih Polres Madina

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Aktivitas Galian C Illegal di Bantaran Sungai Batang Natal Belum Tersentuh Hukum

15 Juni 2024 - 17:06

Hari II Razia Gabungan, UPT Samsat Panyabungan Tindak 20 Kenderaan Bermotor

5 Juni 2024 - 15:15

Polres Madina Tetapkan 7 Pelaku Tambang Illegal di Kotanopan Sebagai Tersangka

4 Juni 2024 - 11:18

BNN Madina Temukan 20.000 Batang Tanaman Ganja di Tor Sihite Ketinggian 850 Mdpl

30 Mei 2024 - 19:49

Polsek Natal Grebek Kediaman MA Alias O, Tangkap 3 Pengedar Narkoba

30 Mei 2024 - 08:46

Polres Madina Bantah Geledah Rumah Diduga Bandar Narkoba di Batang Natal Tanpa SOP

17 Mei 2024 - 22:23

Trending di Hukum