Berita Daerah

Ikatan Pemuda Mandailing Dukung Sutan Sati dan Syeikh Mustafa Husein Menjadi Pahlawan Nasional

Madinapos.com – Panyabungan.

Ketua Umum Ikatan Pemuda Mandailing Tan Gojali mengatakan sudah cukup layak bagi Pemerintah Pusat menetapkan dua tokoh pendidikan asal Wilayah Mandailing Natal sebagai Pahlawan Nasional. Ialah, Sutan Sati Nasution atau lebih dikenal dengan nama Willem Iskander ( Pidoli Lombang, 1840 – 1876 ) dan Syeikh Mustafa Husein ( Tano Bato, 1886 – 1955 ), mereka berdua merupakan pejuang dan pelopor pendidikan dengan karya monumental yang dikenal hingga saat ini.

” Beliau berdua merupakan pejuang pendidikan dengan karya monumental untuk mencerdasakan anak bangsa pada masanya, keberpihakannya sangat jelas pada kaum bumi putra dalam membentuk karakter pejuang melalui pendidikan ditengah koloni Penjajahan Belanda pada masa itu”, ungkap Tan Gojali kepada media ini disalah satu kaffe di Kota Panyabungan Selasa (7/9/21).

Ia juga menguraikan, Sutan Sati Nasution sepulang dari negeri Belanda untuk mengenyam pendidikan, mendirikan sekolah guru yang dikenal sebagai Sekolah Guru (Kweekschool) pertama untuk kaum Bumi Putera di Tanobato sekarang didirikan SMA Tanobato ( SMAN 1 Panyabungan Selatan), Kabupaten Mandailing Natal Prov. Sumatera Utara mulai dari peletakan batu pertama dan diresmikan lansung oleh Menteri Pendidikan Nasional.

Kemudian, Syeik Musthafa Husein mendirikan Pondok Pesantren Musthafawiyah juga di Tanobato pada tahun 1912, setelah terjadi banjir bandang pada waktu itu kemudian pindah ke kampung Purba Baru. Pondok pesantren Musthafawiyah disebut-sebut sebagai salah satu Pondok Pesantren tertua di Pulau Sumatera, murid dari syeikh Musthafa Husein juga menyebar ke berbagai daerah di Sumatera Bagian Utara, Sumatera Barat, dan Riau.

Sehingga di awal-awal masa perjuangan kemerdekaan banyak tokoh yang berasal dari Tanah Mandailing mengambil posisi yang cukup penting di Pemerintahan dan lainnya, bahkan orang-orang Mandailing yang merantau ke tanah Deli Medan (Sumatera Timur) di tanah perantauannya banyak yang kemudian menjadi Tokoh Agama, Adat, Budayawan, Akademisi dan Cendikiawan Muslim untuk tingkat nasional.

“Ini gambaran ringkas menunjukkan bagaimana peran pendidikan yang embrionya lahir dari Sutan Sati atau Willem Iskander dan Syeikh Mustafa Husein berperan dalam menciptakan karakter pejuang dalam kemerdekaan bangsa yang sepatutnya dihargai dengan penabalan gelar Pahlawan Nasional”, tutupnya. (R)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts