Bisnis dan Ekonomi

Bupati Tapsel Harap Pelatihan Pengolahan Kopi Bisa Tingkatkan Kualitas “Kopi Arabika Sipirok”

Madinapos.com – Tapsel.

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Dolly Pasaribu, SPt MM, menyambut baik dengan diperkenalkannya alat pengolahan kopi kepada para petani, maka varietas lokal “Kopi Arabika Sipirok” semakin baik. Dimulai dari varietasnya, kuantitasnya, hingga kualitasnya. Alat pengolahan kopi juga, diharapkan bisa membawa modernisasi pertanian di Tapsel sehingga memudahkan “Kopi Arabika Sipirok” berkiprah di kancah Internasional.

“Saya mohon kepada Bapak/Ibu para petani kopi, agar sungguh-sungguh mengikuti sosialisasi penggunaan alat pengolahan kopi ini sehingga nanti bisa mempraktekkan alatnya dengan baik,” kata Bupati disela sosialisasi penggunaan alat pengolahan kopi di Desa Pasorminan, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, Rabu (18/8) pagi.

Selain itu, Bupati berharap alat pengolahan kopi itu nanti bisa membawa manfaat bagi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan petani kopi. Dan yang terpenting, Bupati mengingatkan petani agar menjaga alat tersebut dengan baik, sehingga bisa lebih lama dimanfaatkan.

Kepada MPIG Tapsel, Bupati berharap agar organisasi itu dapat menjadi corong dan jika semua pihak bergerak bersama dalam memperkenalkan Kopi Arabika Sipirok sehingga namanya semakin mendunia. Bupati mengingatkan, agar petani dapat mengambil ciri khas Kopi Arabika Sipirok yang tidak dimiliki produk lain sehingga lebih melekat diingatan konsumen.

Sebelumnya, Bupati mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, atas kedatangannya ke Tapsel dalam rangka memberikan bantuan alat pengolahan kopi untuk petani itu. Dengan alat itu, petani tidak hanya menjual biji kopi saja, namun sudah memproduksi sendiri bubuk kopi hingga memasarkannya yang pastinya akan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian Tapsel, Bismark Maratua Siregar. Dia menyebut bahwa, ada sekitar 20 petani dari kelompok tani “Martani” Desa Situmba Julu yang menghadiri sosialisasi itu. Dia juga menjelaskan bahwa, luas lahan pertanian kopi di Kabupaten Tapsel ada sekitar 10 Hektare.

“Adapun bantuan yang diberikan ke petani yakni, mesin rosting, pembubuk, maupun pengemas (sieler),” terang Bismark seraya meminta agar alat pengolahan kopi itu dirawat dengan baik.

Turut hadir, Kadis Pariwisata Abdul Saftar, Kasi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil pada Dinas Perkebunan Provsu Dameria Saragih SP MM, Ketua MPIG Tapsel Suryadi dan Kapoktan Martani. (Sayuti)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts