Bisnis dan Ekonomi

Harga TBS Pekan Ini Tembus 1.700/Kg, Petani Sawit Mulai Bisa Tersenyum

Madinapos.com – Tabuyung.

Sapril Daulay, salah seorang petani sawit di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal menyebutkan pekan ini petani sawit sedikit lega dan kembali tersenyum, harga Tandan Buah Segar (TBS) pembelian toke ditingkat petani tembus 1.700 per kg, setelah akhir bulan Juni kemarin harga terkoreksi diangka 1.600 per kg.

“Kami sangat bersyukur atas kenaikan harga tandan sawit ini, dan berharap harga ini bertahan terus sehingga kami para petani sawit bisa menyisihkan sebahagian hasil sawitnya untuk perawatan ladangnya, dapur tetap ngepul dan bisa menabung”, ungkapnya disela menimbang buah sawit miliknya yang sedang dijemput toke pengumpul buah, Selasa (13/7) pagi.

“Ini masa pandemi covid -19, sehingga aktivitas berkurang namun tertolonglah dengan naikknya harga, jadi dapurnya tetap ngepul”, ungkapnya sambil tertawa.

Lebih lanjut, sosok pria yang dikenal sebagai aktivis sosial dan juga seorang wartawan ini meminta pemerintah daerah dapat memonitor harga ditingkat Pabrik Kelapa Sawit,” sebaiknya dipantau juga, di Wilayah Pantai Barat ini PKS cukup banyak,  ada Sago, Palmaris, RMM, dan PKS MAL, dan harga setiap PKS berbeda dan perbedaan cukup signifikan”, ungkapnya.

“Jadi kalau petani bisa mendapat informasi harga TBS, sehingga para toke sawit tidak leluasa menentukan harga sendiri, yang diuntungkan petani juga kan..!!”, serunya.

Selain itu, Sapril juga kami juga mengharapkan agar dinas terkait dapat membantu petani sawit dengan menyediakan pupuk bersubsidi,” setahu saya di MBG ini tidak ada kios pengecer pupuk bersubsidi, sehingga banyak diantara kalangan petani yang tidak mampu memupuk ladang sawitnya. Ia juga mengatakan untuk membeli pupuk nonsubsidi harga nya cukup mahal, misalnya pupuk NPK 13:8:27  dalam empat bulan terakhir ini saja kenaikan harganya mencapai 100.000 per zak.

“Pada bulan Pebruari kemaren harga 320.000 dan sekarang harganya 420.000 per zak, atinya ada kenaikan harga pupuk nonsubsidi sekitar 31%, tentunya cukup menyulitkan petani”, sebut Sapril menutup pembicaraan.(Alq)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts