Opini

Prestasi Anak Kampung, Mayang Rani Terima Penghargaan dari Kanwil Kemenag Sumut

Man jadda wa jada, siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapat. Pepatah Arab ini merupakan senjata ampuh bagi seseorang yang ingin berhasil dan bersungguh-sungguh menjalani proses untuk mencapai keberhasilannya. Berlaku untuk segi apa pun. Pepatah tersebut akan memantik seseorang yang ingin sukses di pekerjaan, yang ingin cemerlang dalam karir, dan yang tidak terlewatkan adalah menjadi cambuk semangat bagi seorang siswa yang ingin menorehkan prestasi di sekolahnya.

Memiliki  prestasi tentu menjadi impian setiap siswa, namun tanpa upaya, keberhasilan tidak mungkin akan tercapai. Hanya siswa yang bersungguh-sungguh yang akan memperoleh keberhasilan. Seperti yang dilakukan Mayang Rani, siswa asal MAN 2 Mandailing Natal ini berhasil meraih Medali Perak dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah Online Tingkat Nasional. Kompetisi Sains Madrasah Online tersebut diselenggarakan pada tanggal 09 – 11 November 2020 lalu.

Berbekal dari kegigihan, dan kesungguhan dalam berlatih, Mayang Rani mampu bersaing dengan peserta lainnya yang berjumlah ribuan orang. Meski berasal dari kampung yang jauh dari pusat kota, ia berhasil memenangkan lomba dan meraih Medali Perak. Tempat tinggal yang jauh dari keramaian dan kemajuan teknologi tidak menjadi penghalang, selagi mau berusaha dan gigih berjuang, maka akan diperoleh kemenangan.

Atas keberhasilannya itu, pihak madrasah memberikan penghargaan kepadanya, berupa  tabungan berjumlah Rp 3. 500.000,00. Wajar jika Rani memperoleh penghargaan itu, usaha dan kesungguhannya kurang lebih selama sebulan berkutat dengan rumus dan angka rasanya terbayar. Penghargaan tersebut diberikan pihak sekolah sebagai bentuk perhatian, agar menjadi contoh dan motivasi bagi siswa dan siswi lainnya. Sehingga prestasi demi prestasi lahir dan memberikan torehan warna bagi madrasah yang mereka cintai.

Tentu saja rasa bangga dan terharu menyelimuti perasaannya ketika menerima penghargaan yang diserahkan kepala madrasah pada tanggal 26 November 2020 lalu.  Di samping ketajaman ilmu sains-nya yang tak diragukan lagi, ia juga merupakan hafiz Quran yang dapat ia jadikan sebagai kontrol untuk sampai kepada tahap sukses dan mulia. Tentu itulah sukses yang hakiki. Sukses dunia tanpa mengabaikan bekal akhirat.
Selang beberapa bulan setelah menerima penghargaan dari madrasah, rasa bangga kembali menyelimuti hangat wajahnya. Remaja yang lahir pada tanggal 11 Februari 2003 itu mengaku bangga.

Senin, 15 Februari 2021 adalah hari paling bersejarah baginya. Pada hari itu, di hadapan para pegawai Kanwil Kemenag Sumatera Utara beserta seluruh Kepala Madrasah se-Sumatera Utara, Rani dan beberapa temannya menerima penghargaan. Apresiasi itu diberikan oleh Kanwil Kemenag Sumatera Utara atas prestasi yang mereka raih sebagai juara nasional Kompetisi Sains Madrasah Online serta Kompetisi Robotik Madrasah 2020.

Mayang Rani tidak menyangka, perjuangannya berhasil menorehkan prestasi di sekolahnya. Ia juga bercerita bagaimana proses yang ia lalui untuk mengikuti kompetisi tersebut. Ia menjelaskan, kurang lebih satu bulan ia gigih berlatih mengerjakan soal-soal. Tentu saja, kemenangan ini juga tidak terlepas dari ketekunan guru pembimbing beserta seluruh dewan guru yang ikut andil dalam proses pencapaiannya. Tempat tinggal yang jauh, madrasah yang terletak di ujung negeri, jauh dari keramaian dan kemajuan teknologi tidak jadi penghambat keberhasilan. Sekali lagi, kesungguhan dan ketekunanlah yang menjadi kunci sukses seseorang.(**)

Kiriman Artikel : R.Y.Ita**, Guru MAN 2 Mandailing Natal
Photo Koleksi : Mayang Rani (Nomor 3 dari pinggir kanan)
Editor : Alkap

loading...

Komentar Facebook

Related Posts