Berita Daerah

PT. SMGP Serahkan Tali Asih Kepada 46 Korban Keracunan H2S Sibanggor Julu

Madinapos.com – Panyabungan.

Pasca kejadian keracunan Gas Hidrogen sulfida (H2S)oleh PT. Sorik Marapi Geotermal Power (SMGP)di tanggal 25 Januari kemarin, dimana dikehui kejadian tersebut mengakibatkan korban meninggal sebanyak lima (5) orang dan yang dirawat sebanyak lima puluh (50) orang diantaranya 46 orang warga Sibanggor Julu kecamatan Puncak Sorik Merapi dan 2 orang Anggota Kepolisian dan 2 orang satpam/security Perusahaan.

Dalam Hal tersebut Pemerintah Mandailing Natal (Pemda) bersama Forkopimda memfasilitasi agar PT.SMGP memberikan tali asih kepada
50 orang korban luka berat dan ringan, sementara pemberian tali asih pada 5 orang keluarga korban meninggal sudah di laksanakan beberapa hari kemarin.

Pemberian Tali Asih tersebut di dampingi Bupati Mandailing Natal yang mewakili Sekda Kab Mandailing Natal Gozali Pulungan, Polres Mandailing Natal AKBP Horas Tua Silalahi, Kejari Mandailing Natal, Taufiq Jalal, Forkopimda, serta OPD lainnya.

Turut Pula hadir perwakilan dari Perusahan PT SMGP dan Pihak Dari Bank Mandiri Cabang Panyabungan beserta masyarakat yang kemarin dirawat karena korban keracunan di dampingi Camat dan kepala desa beserta tokoh masyarakat Desa Sibanggor Julu bertempat di Aula Kantor Bupati Mandailing Natal. Selasa (09/02/21)

Kepala Desa Sibanggor Julu Awaluddin mengatakan korban masyarakat yang menerima Tali Asih tersebut sebanyak 46 orang yang terdiri dari luka berat dan ringan,” dimana masing-masing untuk luka berat menerima 50 juta/orang dan untuk luka ringan menerima 40 juta/orang, dananya sudah di masukkan ke rekening, bisa dicairkan langsung dan sudah melalui musyawarah masyarakat dengan pihak perusahaan”, katanya

“Dalam hal ini masih banyak kajian atau tahapan dalam hal kompensasi perusahaan terhadap korban masyarakat umum, berupa masyarakat yang masih trauma dan belum berani pergi ke sawah/ladang disekitar wellpad T yang di duga sumber dari gas beracun H2S tersebut”, tambahnya.

Kades berharap pada pihak perusahaan pada saat mau beroperasi kembali nantinya agar betul-betul melaksanakan kegiatannya dengan baik dan jangan adalagi kelalaian seperti ini,” Standard Operating Prosedur (SOP) nya di perhatikan dan kalau perusahan mau welltes istilahnya pada pembukaan sumur baru, perwakilan masyarakat harus ikut mengkawal agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi”, tegas Awaluddin. (Suaib)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts