Madinapos.com – Sipirok.
Setelah dilakukan penanganan serius terhadap Andika Abadi, seorang anak berusia 4 tahun yang dihebohkan karena makan sabun karena tidak adanya makanan, setelah dirawat inap 18 hari di Rumah Sakit Umum (RSUD) Sipirok akhirnya dinyatakan pulih. Andika telah dijemput dari Rumah Sakit oleh orang tua asuhnya untuk dibawa ke Panti Asuhan tempat kediaman selanjutnya.
Pihak Panti Asuhan Yayasan Attahir, tempat Andika akan diasuh mengatakan kepulihan Andika adalah berkat kerja keras dan keseriusan dokter yang menanganinya, akhirnya anak Desa Muaratais yang doyan makan sabun ini sudah dapat bermain main kembali,” sekalipun pada saat pertama ditangani dokter kondisi andika abadi sangat menghawatirkan saat itu berat badan andika abadi (4thn) hanya 11 kg dan sekarang sudah bertambah menjadi 12,5 kg dan Alhamdulilah ini berkat penanganan yang sangat serius”, ungkap orang tua asuhnya tersebut Selasa (17/3).
Berdasarkan keterangan orang tua asuh dari Panti Asuhan, saat ini Andika dititipkan dikarenakan ayah Andika yang mengalami gangguan jiwa dan nenek yang sudah tua tidak dapat lagi mampu menafkahi Andika dan kedua saudaranya,” sehingga Camat Muara Tais menitipkan Andika dan kedua saudaranya di panti asuhan agar mereka mendapatkan kehidupan yang layak dan dapat melanjutkan pendidikan mereka”, ungkapnya.
Lebih lanjut keluarga dan orang tua asuh Andika Abadi mengucapkan terimakasih yang sebesarnya kepada Pemda Tapanuli selatan khususnya para dokter yang menanganinya karena sudah begitu antusias memberikan perhatian terhadap anak tersebut.
Direktur Rumah Sakit Umum (RSUD) Sipirok dr. Firdaus Batubara saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Andika Abadi (4 thn) benar sudah sehat karena selama dalam perawatan Andika Abadi selalu dipantau langsung oleh Direktur Rumah Sakit dan ditangani oleh beberapa spesialis dengan penanganan intensif seperti, dr.Syahreza Hasibuan, M.Ked (Ped), Sp.A) dan dr. Ira Aliza Siregar Sp.A. Tak heran, jika berat badan Andika mengalami kenaikan 1,5 kilogram”, ungkapnya.
Lebih lanjut Firdaus mengatakan karena anak adalah generasi penerus bangsa untuk itu setiap anak di Kabupaten Tapanuli Selatan harus sehat tanpa pandang bulu. Photo saat Andika keluar dari RSUD Sipirok yang dijemput Pihak Panti Asuhan Yayasan Attahir dan diantarkan langsung dr. Firdaus Batubara Dir. RSUD Sipirok. (Sayuti)