Desa Kita

Silogun, Desa Terisolir di Mandailing Natal Yang Butuh Aliran Listrik

Madinapos.com – Pakantan.

Silogun merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Pakantan Kabupaten Mandailing Natal, provinsi Sumatera Utara, berpenghuni lebih kurang 27 KK atau 134 Jiwa yang merupakan salah satu desa yang terletak di daerah perbatasan Sumatera Utara – Sumatera Barat Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman Barat.  Silogun tergolong masih tertinggal dari segala hal dibidang pembangunan, baik itu sarana infrastruktur jalan, pelayanan umum maupun listrik.

Aktifis lingkungan dan pegiat sosial yang berkunjung ke Desa Silogun Muhammad Amru dan Ruly Paisal pada Rabu (24/12) menemukan kondisi bahwa warga desa ini sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk mempercepat proses pembangunan,” bayangkan, untuk jalan terdekat kita harus menempuh perjalanan dengan jalan kaki menembus hutan dengan jurang dalam dan jarak 2 Km dari Desa Limau Manis atau memilih jalan dari Kecamatan Pakantan dengan jarak tempuh 9 Km juga dengan berjalan kaki”, ungkap Amru kepada media ini melalui whatsapp Jumat (26/12).

Hal senada disampaikan Ruly Paisal,” tiba di lokasi kami langsung mendengar keluh kesah adik-adik yang belajar tanpa cahaya penerangan, mereka sangat membutuhkan listrik untuk menerangi desanya, dan menurut saya dengan kondisi yang sangat kekurangan penerangan kondisi desa ini akan sulit berkembang secara ekonomis”, ungkapnya.

“Belum lagi permasalahan pendidikan dan kesehatan, seserorang bernama Raden menuturkan kepada kami ketika salah seorang warga sakit parah desa ini dipastikan akan kewalahan untuk membawanya berobat dan sampai ada yang tidak bisa di selamatkan”, tutur Ruly

Ditambahkan Amru, pada intinya warga Desa Silogun sangat berharap agar listrik di masukkan ke desa mereka, agar perekonomian bisa tumbuh dan berkembang cepat dan setara dengan desa desa lainnya di Kabupaten Mandailing Natal,” kondisi ini membuat kita miris, semua cerita warga hanya permohonan agar disetarakan pembangunan desa mereka dengan desa lainnya,” kami sebagai aktifis lingkungan dan sosial berharap kondisi ini dan disampaikan kepada pihak terkait agar secepatnya membuka akses desa ini dan mendorong pemerataan pembangunan agar kesejahteraan warga meningkat”, tutupnya.(Sakti Lubis)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts