Berita Daerah

Wawakot Membuka Rapat Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) Lintas Sektoral Kota Padangsidimpuan

Madinapos.com- Padangsidimpuan.

Wakil Walikota Psp Ir. Arwin siregar, MM hadiri dan membuka rapat sosialisasi penanggulangan tuberkulosis (TBC) lintas sektoral daerah kota Padangsidimpuan di Aula Kantor Badan Kepegawaian daerah, Palopat PK Kecamatan Psp Tenggara, Kamis (21/11/2019).

Dalam sambutannya Wawakot Ir Arwin Siregar mengatakan
Sosialisasi ini bekerjasama dengn dinas kesehatan dan Bappeda kota Padangsidimpuan. Wawakot juga mengatakan bahwai Indonesia merupakan peringkat ke 3 dunia Tuberkulosis tertinggi. Berbagai upaya telah dilaksanakan guna mengatasi hal ini, namun belum menunjukkan hasil yang optimal. Berkaitan dengan hal tersebut Pemerintah Kota Padangsidimpuan meresponnya melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) penanggulangan Tuberkulosis 2019-2023.

Fungsi Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis adalah Memberikan acuan dan pedoman bagi pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk meningkatkan komitmen dan kepemimpinan dalam upaya Penanggulangan Tuberkulosis memberikan acuan dalam membuat perencanaan dan penganggaran terkait Penanggulangan Tuberkulosis memberikan acuan dalam menyusun regulasi terkait Penanggulangan Tuberkulosis memberikan acuan untuk melakukan koordinasi perencanaan, pelaksanaan kegiatan, pemantauan dan evaluasi agar dicapai sinergi dalam upaya bersama meningkatkan Penanggulangan Tuberkulosis pedoman untuk menjembatani koordinasi dan integrasi program-program pelayanan publik yang terkait dengan upaya menuju eliminasi Tuberkulosis 2030.

Untuk dapat menangani kesenjangan program TB seperti yang dijelaskan di atas, pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Kesehatan telah menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) Penanggulangan Tuberkulosis tahun 2016-2020 dan menetapkan target-target untuk dicapai pada akhir tahun 2020.

Pencapaian keberhasilan dalam mencapai target program penanggulangan Tuberkulosis diperlukan penanganan yang sungguh-sungguh dan berkesinambungan pada semua komponen, mulai dari perencanaan, pelaksanaan maupun monitoring evaluasi.

Implementasi manajemen penanggulangan Tuberkulosis (perencanaan, pelaksanaan maupun monitoring evaluasi) diperlukan kerja sama lintas program dan sektor untuk sinergitas dalam pencapaian program Tuberkulosis Dalam perencanaan memerlukan kerjasama OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bapeda, Bagian Kesra Pemda, Dinas Pendidikan,dan lainnya.(R- Andy/*)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts