Menu

Mode Gelap

Sosial

Gelar Konpres, Safron : Alih Fungsi Mangrove di Sikara-kara Natal Berdampak Ekonomi dan Sosial


					Gelar Konpres, Safron : Alih Fungsi Mangrove di Sikara-kara Natal Berdampak Ekonomi dan Sosial Perbesar

Madinapos.com –  Panyabungan.

Safron,  salah seorang tokoh masyarakat yang dikenal gigih menyuarakan penyelamatan mangrove Sikara-kara Kecamatan Natal diketahui telah membuat pengaduan kepada penegak hukum (Polres Madina) tentang pengrusakan kawasan mangrove yang dialih fungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit. Dalam gelaran konperensi pers (Konpres),  Kamis (31/1 sore kemarin dirinya menggambarkan bagaimana akibat pengrusakan mangrove berdampak pada sisi ekonomis masyarakat dan sosial.

” Kehilangan dan pemusnahan hutan mangrove telah menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap ekologi, ekonomi dan sosial, padahal menurutnya keberadaan magrove ini telah terbukti melindungi pantai termasuk manusia dan penghuninya dari hempasan tsunami dan angin badai”, ungkapnya di Hotel Rindang Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal,  Sumatera Utara.

Safron juga menjelaskan, hutan mangrove juga merupakan habitat yang penting bagi kehidupan ikan, udang, kepiting dan burung laut, ” sekarang ini nelayan di Kawasan Pantai Barat semakin melarat karena hasil tangkapan ikan sudah jauh berkurang,  karena hilangnya hutan mangrove”, ungkapnya pria yang selama ini cukup dikenal dengan status fb-nya ini.

Safron juga memaparkan dasar pengaduannya,  menurutnya kuat dugaan pengalihfungsian kawasan mangrove dan saat ini milik perkebunan PT.TBS sudah melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan Pasal 105 atau Pasal 109,  Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

” Hutan mangrove mulai dimusnahkan sekitar tahun 2014 sampai dengan 2016, untuk izin lokasi perusahaan tersebut kita ketahui terbit bulan Mei 2018 dan IUP terbit November 2018 dan AMDAL Maret 2019, artinya izin terbit setelah sawit berbuah,  modus operandi memperoleh lahan juga telah menimbulkan konflik sosial dengan masyarakat,”ujarnya menambahkan.

Diakhir Konpres,  Safron mengharapkan dalam kasus ini integritas penegak hukum dipertaruhkan,” saya berharap mari kita kawal bersama-sama demi kelanjutan hidup anak cucu kita kedepan “, tutupnya. (Syahren)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Alumni SMAN 1 Panyabungan ’91 Plus CS Kirim Santunan Anak Yatim

7 April 2024 - 15:13

Perantau Asal Sinonoan Santuni 17 Yatim Piatu di Kampung Halaman

5 April 2024 - 22:23

Bhabinkamtibmas Polsubsektor Huragi, IEA Dan PNNB Berbagi Takjil Ramadhan Kepada Pengguna Jalan

30 Maret 2024 - 22:13

Hari Ke 2 Berbagi Takjil Ramadhan 1445 H, Ketua MPC PP Madina Harapkan Solidaritas Makin Kuat

20 Maret 2024 - 00:24

Komunitas Pers (Kompersa Madina) Berbagi Takjil Ramadhan 1445 H di Seputaran Kota Panyabungan

18 Maret 2024 - 04:37

Semangat Ramadhan 1445 H, Polsek Siabu Gelar Bakti Sosial di Mesjid Raya Nurul Huda

10 Maret 2024 - 19:28

Trending di Sosial