Berita Daerah

Anggaran PKH Kerap Dipotong,  LSM Gerhana Madina Dampingi 3 Warga Mengadu

Madinapos.com – Panyabungan.

Tiga orang warga Kelurahan Sipolu-polu Kecamatan Panyabungan Kota Kabupaten Mandailing Natal,  Sumatera Utara yang selama ini dikenal sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) mengeluh dengan adanya pemotongan dana yang mereka terima selama ini. Disampingi Ketua LSM Gerhana Muharni Nasution,  ketiga warga tersebut didampingi membuat pengaduan ke Superviser PKH Kabupaten Mandailing Natal.

Muharni Nasution menyampaikan mereka mendapatkan laporan dari warga penerima manfaat PKH bahwa dana yang mereka terima selama ini dipotong oleh pendamping PKH, ” pemotongan dialami oleh para KPM sejak pertama kali mereka mendapat bantuan PKH pada 2018, namun sebelumnya, tidak ada satupun KPM yang berani berbicara karena diintimidasi untuk tidak melaporkan”, ungkapnya di Panyabungan Jum”at (19/7/2019).

“Artinya para PKM diwanti-wanti oleh pendamping PKH agar tidak berbicara kepada siapapun terkait pemotongan tersebut, jika mereka bersuara, maka ancamannya adalah dicoret dari daftar penerima PKH tahun berikutnya”, ungkap Muharni.

Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan LSM Gerhana Madina ini dari ketiga penerima manfaat yang tidak ingin disebutkan namanya dan datanya telah diserahkan ke Supervisor Kabupaten tersebut, mengungkapkan rincian sbb:

1. A (perempuan) warga Sipolu polu Panyabungan tidak menerima bantuan PKH Juni 2019 lalu, sementara sebelum Juli 2019 dari tahap 1 sampai tahap 5 Tahun 2019 masih menerima dan setiap menerima uang PKH dari tahap 1 sampai tahap 5 selalu ada potongan oleh pendamping PKH jumlah biaya potongan yang dilakukan pendamping PKH tahap 1 Rp.25.000, tahap kedua Rp.25.000 tahap ketiga Rp.40.000 tahap keempat Rp.35.000.

2. K (perempuan) warga Sipolu-polu tidak menerima bantuan PKH  Juli 2019 tahap sebelumnya masih menerima setiap menerima uang PKH dari tahap 1 sampai tahap 6 tahun 2019. selalu ada potongan oleh pendamping PKH tahap pertama Rp.25000 tahap kedua Rp.20.000 tahap ketiga Rp.80.000 dan tahap keempat Rp.50.000 dan tahap kelima Rp.50.000

3. NH (perempuan) warga Sipolu polu terima Rp.600.000 dipotong Rp.45.000 oleh pendamping PKH tahap sebelumnya dipotong oleh pendamping sebanyak Rp.25.000 tahap kedua Rp.25.800 tahap ketiga Rp.130.000 tahap keempat Rp.50.000 tahap kelima Rp.45.000.

Dengan adanya informasi tersebut,  Muharni Nasution sangat menyanyangkan bantuan pemerintah itu di obok-obok oleh pendamping PKH bersama semua pihak yang terlibat, ” selain mengadukannya kepada Supervisor Kabupaten,  saya berharap kepada pihak Kepolisian Mandailing Natal untuk dapat mengungkap perbuatan yang sangat memalukan ini”, pungkasnya

Sementara itu Beby Zebua Superviser PKH Kabupaten Mandailing Natal yang  dikonfirmasi sebelumnya lewat telepon selulernya Kamis (18/7) mengakui adanya pengaduan dari ketiga warga tersebut,” kita akan memanggil pendamping PKH dan korban penerima manfaat, bila mana itu terbukti kita akan tindak tegas dan kita laporkan ke pusat, serta dikenakan sangsi tegas atas hal itu “, tutupnya. (Syahren)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts