Madinapos.com – Panyabungan.
Tak tahan melihat kesedihan yang menimpa seorang ibu menghiba didepan bagian Farmasi RSUD Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal karena butuh obat untuk anaknya yang sedang sakit dan tidak membawa uang cukup untuk membayar, seorang wartawan bratapos mendatangi bagian farmasi dan meminta tolong agar permintaan sang ibu dipenuhi, anehnya justru kartu pers disita oleh Staf Farmasi dan dijadikan jaminan pembayaran.
Hal tersebut diceritakan kembali oleh F. Lubis wartawan bratapos kepada sejumlah media di Panyabungan, Sabtu (13/4).Diceritakannya kembali bahwa ibu tersebut bernama Hanni yang mengandalkan kartu PBJS untuk perobatan anaknya di RSUD Panyabungan pada Kamis (11/4) tengah malam,” anaknya terluka akibat terjatuh dikamar mandi, anaknya Nanda Aulia No BPJS 0000232373215 dan membutuhkan pertolangan serius karena tangan sebelah kiri robek”, lanjut F. Lubis.
“Ibunya membawa Nanda ke IGD untuk pertolongan segera, namun karena obat harus ditebus dibagian Farmasi maka perobatan Nanda sempat tertahan karena masalah uang, padahal dianya punya kartu BPJS dan saya juga sempat dengar Dokter jaga juga sudah meminta untuk disegerakan obatnya, namun staf bagian farmasi yang tidak diketahui namanya itu bersikukuh ibu tersebut harus membayar dan tidak mau menyerahkan obatnya”, kata Lubis.
Menurut Wartawan tersebut dirinya sangat menyesalkan sikap sipetugas Farmasi BPJS RSUD Panyabungan tersebut yang tidak punya rasa kemanusiaan,” sangat disesalkan sikap si petugas tersebut, saya berpandangan si petugas juga sangat menyepelekan profesi jurnalis, walau akhirnya obat di serahkan kepada saya namun kartu pers saya yang disita mereka”, katanya.
Sementara itu, Sabar salah seorang aktivis Lsm Garda Inti menyampaikan kejadian itu diperkirakan kerap terjadi bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” ini menjadi catatan betapa buruknya pelayanan di RSUD Panyabungan saat ini, bayangkan pemegang kartu BPJS saja tidak dilayani, kami berpikir ini pantas dievaluasi kembali oleh Bupati Madina”, ujarnya.
Untuk memperjelas kebenaran informasi ini, sejumlah awak media belum dapat mengkonfirmasi lebih lanjut kepada pihak Bagian Farmasi RSUD Panyabungan dan akan dikonfirmasi kemudian. (Syahren)











