Menu

Mode Gelap

Peristiwa

Menderita Lumpuh 21 Tahun, Orang Tua Rahmad Berharap Uluran Tangan Pemerintah Serta Dermawan


					Menderita Lumpuh 21 Tahun, Orang Tua Rahmad Berharap Uluran Tangan Pemerintah Serta Dermawan Perbesar

Madinapos.com – Muarasipongi.

Menyambangi sebuah gubuk kecil dan kumuh di Kelurahan Pasar Kecamatan Muarasipongi Kabupaten Mandailing Natal, Rabu (13/2) Jurnalis Madina Pos menyapa seorang ibu tua yang sedang duduk dipinggiran rumahnya, dengan sampah berserakan tak terurus. Ketika bertanya,’Bagaimana Kondisi Rahmad Buk’ sontak saja ibu janda tua itu berpaling dan langsung menangis berurai air mata, karena selama ini belum ada yang bertanya kondisi kesehatan anaknya, dia berharap adanya bantuan pemerintah ataupun dermawan untuk mengobati anaknya.

“Jangankan bantuan dari pemerintah pak, BPJS, KK atau KTP pun Rahmad anak saya tak punya, hanya pak Polisi saja yang pernah datang kemari untuk membantu”, ujar Masripah ibu Rahmad berusia 68 tahun memulai cerita sambil menyeka air matanya kepada Jurnalis MP.

Menurut Ibu Masripah, anaknya Rahmat terlahir biasa saja namun memasuki usia 1 tahun anaknya menderita sakit dan terus sakit sakitan,” semula saya dan suami (alm) telah berupaya mengobatinya, walaupun kurang biaya tapi kami selalu berusaha mengobati anak kami satunya ini, baik medis ataupun alternatif namun hingga saat ini dia berusia 21 tahun tak sembuh dan mengalami kelumpuhan”, urainya.

“Sejak suami saya meninggal, saat gempa 2006 lalu, (ibu tua itu kembali menangis) saya sudah tidak punya siapa siapa lagi selain Rahmad anak saya satu satunya yang saat ini sakit, rasanya sangat berat memikul beban ini sendirian, tak ada yang perduli nasib kami”, sebut ibu Masripah sambil menutupi wajahnya kembali menangis.

Ibu tua ini terlihat hanya berjualan dagang kecil-kecilan didepan gubuk tuanya dan sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah ataupun uluran tangan dari dermawan untuk membantu dirinya dengan anaknya Rahmad Hidayat. ” Untuk makan saya hanya berjualan, terkadang sehari hanya dapat Rp. 20 ribuan, inilah untuk makan kami berdua dan sisanya masih saya kumpulkan untuk mengobati Rahmad, saya masih terus berupaya mengobati anak saya sampai bisa sembuh seperti anak normal sesusianya”, tutur ibu Masripah menutup ceritanya. (Syahren)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

5 Unit Rumah di Desa Banua Tonga Hangus Terbakar

27 November 2022 - 05:27

Pasca Banjir Longsor, Jalan Lintas Natal – Batang Natal Kini Sudah Dapat Dilalui

26 November 2022 - 08:45

Tenaga Ahli Bupati Madina Tinjau Banjir Longsor di Desa Sopotinjak

25 November 2022 - 17:01

Gercep, Alat Berat Dinas PUPR Madina Turun Kelokasi Longsor

25 November 2022 - 14:54

Hati Hati… ! Jalan Menuju Pantai Barat Mandailing Natal Tertimbun Longsor

25 November 2022 - 14:05

Bupati Tapsel Santuni Korban Longsor Hingga Meninggal Dunia di Angkola Barat

21 November 2022 - 08:38

Trending di Peristiwa