Madinapos.com – Padangsidimpuan.
Dalam tiga minggu belakangan ini harga cabe atau cabai sempat diangka Rp.25 ribu per kilo dan terus menurun hingga menyentuh Rp. 8 ribu per kilo, dampak penurunan harga ini mengakibatkan petani cabai di Padangsidimpuan Tenggara kurang bergairah untuk merawat atau mengurus tanaman cabainya dikebun mereka.
Salah satu petani cabai Ucok kepada wartawan mengatakan penurunan harga cabai ini sudah tiga minggu lebih berjalan.”Daya jual cabai yang lemah membuat minat petani menurun, Ini disebabkan ongkos produksi yang dikeluarkan dan hasil didapatkan tak sebanding, dimana upah satu orang memetik cabai dalam sehari bisa mencapai Rp70 ribu”, kata Ucok kepada wartawan, Sabtu (12/01/2019)
Menurutnya turunnya harga cabai di pasaran dikarenakan membanjirnya hasil produksi cabai lokal maupun di luar daerah, ditengarai menjadi faktor utama penyebab menurunnya harga jual cabai merah biasa maupun cabai merah keriting di tingkat petani. “Kemungkinan banyak petani cabai Tapanuli Selatan waktu panennya bersamaan, tambah masuk lagi pasokan cabai dari luar daerah seperti Tapanuli Utara dan Berastagi”, tuturnya.
Sebagai petani cabai Ucok berharap kepada pemerintah untuk dapat membantu mengendalikan harga cabai ini agar tidak terus tergerus. (R.Idham).