Desa Kita

Tanaman Kentang, Potensi Pertanian Desa Huta Tinggi Kabupaten Mandailing Natal

Madinapos. com – Puncak Sorik Marapi.

Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) dari Desa Huta Tinggi salah satu desa yang ada di kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara adalah sebuah potensi bernilai ekonomis tinggi yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Lahannya begitu luas, dengan struktur tanah gembur di ketinggian diatas 1000 mdpl dan cuaca yang sejuk menjadikan tanaman kentang tumbuh subur di daerah ini.

Damanhuri Nasution dari Ketua kelompok Tani Suka Resmi, salah seorang petani kentang yang di temui Madina Pos di desa tersebut Sabtu (08/12), menuturkan kentang Huta Tinggi berbeda dengan kentang dari daerah lainnya,” kentang dari daerah ini memiliki ciri khas selain ukurannya yang jumbo warna dan rasa juga berbeda, ada keunikan ctra rasa tersendiri”, katanya

“Pernah juga ada Toke (pedagang pengumpul) dari Bukit Tinggi yang datang ke desa ini untuk membeli dan menyampaikan kepada kami kwalitas kentang dari Desa Huta Tinggi hampir menyamai kwalitas yang dipasarkan di swalayan moderen”, ungkapnya.

Mengenai bibit, Damanhuri tidak menapik bahwa mereka saat ini membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah khususnya untuk pengadaan bibit jenis Bibit F1 Granola 1,2,3 dan 4 karena menurut petani ini dalam satu kg bibit Granola akan mampu menghasilkan kentang hingga 30 kg dalam jangka proses tanam hingga panen 3 bulan.

” Tentunya kita sangat butuh dukungan dari pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi ini karena bernilai ekonomis tinggi dan saat ini didukung harga kentang yang bisa mencapai Rp 7000/ kg di jual petani ke toke pengumpul”, tambahnya.

Ketua Kelompok Tani ini juga mengakui bahwa tanah adat di Desa Huta Tinggi masih banyak yang menjadi lahan tidur atau belum dimanfaatkan secara maksimal padahal memiliki potensi alam untuk pengembangan tanaman kentang yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. (R. 13)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts