Menu

Mode Gelap

Berita Daerah

Sungai Batang Gadis Hasilkan Listrik 30 MW


					Sungai Batang Gadis Hasilkan Listrik 30 MW Perbesar

Madinapos.com – Panyabungan.

Sungai Batang Gadis di titik Lumpatan Babiat memiliki potensi penghasil listrik puluhan Mega Watt (MW) dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Volume arus air di sungai ini sangat besar karena adanya pertemuan dua suangi besar yang menyatu,yakni Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola.

Berdasar data Madina Pos, Sungai Batang Gadis di titik Lumpatan Babiat yang berada di kawasan Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, dapat menghasilkan arus listrik 20 hingga 30 mega watt (MW) dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH).

Data itu berdasar hasil kajian Pemkab Madina pada tahun 2012 pada masa kepala Dinas Pertambangan dan Energi Madina dijabat Ir.Arpan Harapan Siregar bersama Kabid kelistrikan Budi Rahmat ST. Kajian dilakukan bersama sejumlah perusahaan swasta yang sudah melirik Madina dalam rencana investasi energi listrik.

Ketiganya adalah PT.Demarco Energi Sejati, PT.Terrasys Energi Madina dan PT. Hesa Laras Cemerlang.PLTA salah satu energy yang ramah akan lingkungan dengan memanfaatkan aliran sungai yang mempunyai daya tinggi dan juga sebagai sumber energi alternatif.

Di tahun 2012 itu, selain aliran Sungai Batang Gadis, study juga dilakukan pada Sungai Batang Natal  serta kawasan Mandailing Julu. Sungai Batang Natal juga dipastikan mampu menghasilkan sekitar 20 MW, sementara aliran Sungai Batang Gadis di kawasan Mandailing Julu mampu menghasilkan 15 MW.

Pengamat Madina, Sutan Batang Hari yang juga tokoh penting di kawasan Siabu dan Malintang kepada Madina Pos, Rabu (17/10/2018) menyatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Madina sudah saatnya melakukan langkah-langkah bagi investasi pembangunan PLTA di Sungai Batang Gadis. Selain turut membantu memenuhi kebutuhan listrik di Sumut, kehadiran PLTA di Batang Gadis juga akan berdampak bagi pertambahan Pendapatan Asli Daerah.

Selain itu, serapan tenaga lokal juga akan terjadi yang tentunya akan mengurangi jumlah pengangguran usia produktif di Siabu dan Madina secara Umum. “Kehadiran PLTA di sana juga akan berdampak bagi pertumbuhan infrastruktur di kawasan desa-desa Tano Tiris dan Muara Batang Angkola, ini tentu akan mendorong perbaikan mobilitas ekonomi masyarakat,” katanya. (Redaksi/Alqaf)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 149 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Lapas Padangsidimpuan Apresiasi 11 Personel BKO Satpol PP pada Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62

1 Mei 2026 - 19:21

H.Maratua Simanjuntak Mengukuhkan Dewan Pengurus MUI Kabupaten Tapsel masa Bakti 2025-2030

1 Mei 2026 - 19:13

Bupati Paluta Lepas 106 Calhaj 2026 Menuju Asrama Haji

1 Mei 2026 - 11:37

Masyarakat Tapsel Sambut baik Berdirinya Koperasi Tambang Produsen Rakyat

1 Mei 2026 - 11:02

Bupati Tapsel Melantik dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Tapsel

1 Mei 2026 - 10:52

Dalam Rangka Memeriahkan Hardiknas Ke 67 Korwil XIV Disdik Kecamatan Batahan Gelar Kompetisi Bola Antar Sekolah

1 Mei 2026 - 10:35

Trending di Berita Daerah