Pendidikan

Efektifitas Pembelajaran Daring Bagi Mahasiswa STAIN Madina

Pandemi Covid 19 berdampak besar pada berbagai sektor, salah satunya dunia pendidikan perguruan tinggi. Pola pembelajaran yang biasanya di laksanakan diruangan kampus, kini beralih ke dalam jaringan atau lebih dikenal dengan daring (dalam jaringan). Berbagai media juga dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran secara daring, misalnya kelas-kelas virtual menggunakan layanan Google classroom, Edmodo, dan Scoologi, berbagai aplikasi juga sudah tersedia di antaranya Zoom, Google meet, WhatsApp.

Artinya, pembelajaran secara daring bahkan dapat dilakukan melalui media social seperti Facebook dan instagram, akses-akses tersebut digunakan sebagai media pembelajaran.

Melihat tujuan pendidikan menurut Zuhairini (2004:160) yang meliputi pembinaan kepribadian (nilai norma) yaitu: sikap (attitude), daya pikir praktis rasional, objektivitas, loyalitas kepada bangsa dan ideologi, dan sadar nilai-nilai moral dan agama; pembinaan aspek pengetahuan (nilai materil), yaitu materi ilmu itu sendiri; pembinaan aspek kecakapan, keterampilan (skill), nilai-nilai praktis, pembinaan jasmani dan rohani yang Sehat Wal-afiat.

Tujuan yang seharusnya tercapai dan dimaksimalkan oleh pendidik secara tatap muka harus terhalang oleh situasi pandemi, yang mengharuskan sekolah maupun perguruan tinggi mengikuti pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) di rumah masing-masing

Begitu juga halnya bagi Mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandaling Natal (STAIN MADINA) yang juga melaksanakan perkuliahan secara daring di masa pandemi. Aplikasi yang dipakai selama perkuliahan ialah menggunakan aplikasi WhatsApp, Google Class Room, Zoom, Facebook, dan Youtube.

Melihat media pembelajaran daring yang mengharuskan mahasiswa harus mengikuti dan mulai belajar dan menyesuaikan diri dalam pembelajaran ini.

Nata dalam bukunya (Nata : 2018) menuliskan pembelajaran E-Learning di artikan sebagai pembelajaran yang dilakukan secara online menggunakan perangkat jaringan internet. Bahwa pada dasarnya pembelajararan E-Learning jika menggunakan sistem perangkat tersendiri yang memang dikhususkan untuk pembelajaran jarak jauh, namun saat ini tampaknya pengertian itu sudah mulai banyak bergeser, saat ini pembelajaran E-Lerning banyak yang meggunakan media sosial seperti Whatsapp, Facebook, Youtube, zoom, dan aplikasi media social lainnya.

Selama pembelajaran sudah tentu mahasiswa merasakan suka duka selama perkuliahan. Berbagai macam kendala dan kekurangan selama mengikuti pebelajaran salah satunya adalah masalah jaringan.

Seperti yang diutarakan oleh salah satu Mahasiswa STAIN Madina Saddam Husein Mahasiswa Baru Agkatan 2020-2021 yang merasa bingung dan tidak fokus saat melaksankan kuliah daring ini, apalagi sudah masuk Mata Kuliah bahasa Arab atau Bahasa Inggris yang seharusnya langsung diajarkan dan dipraktekkan secara langsung oleh dosen dan mahsiswa.Dengan daring ini semuanya serba terbatas, belun lagi masalah jaringan sangat lembat karena bagi dirinya yang tinggal di pedesaan

Pada dasarnya pembelajaran berbasis E- Learning ini banyak yang harus dipersiapkan, termasuk masalah perangkat yang dibutuhkan, tentu ini juga dengan biaya yang tidak sedikit. Itu sebabnya banyak sekolah apalagi swasta yang belum siap dengan model pembelajaran E-Learning.

Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa pembelajaran daring ini sudah menjadi satu-satunya pilihan untuk dapat melaksanakan PBM (Proses Belajar Mengajar) di sekolah maupun di perguruan tinggi, sehingga positifnya pendidikan pun tetap terlaksana dengan baik, meskipun membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit dan kurang efektif.

Sementara itu terkhusus bagi Mahasiswa STAIN Madina selama menjalankan perkuliahan online sangat merasakan dampak negatifnya metode ini diantaranya kurangnya minat belajar dan berdiskusi layaknya mahasiswa. Karena jika dalam jaringan yang semisal dari WhatsApp, polanya menggunaan grup WhatsApp dan menggunakan absen secara list, sehingga dapat banyak celah mahasiswa untuk tidak mengikuti perkuliahan dan memilih melaksakan kegiatan luar.

Menurut Muhammad Hardiyansyah yang juga Mahasiswa STAIN Prodi PAI 1A mengatakan metode ini memang kurang efektif, tapi mau bagaimana harus melaksanakan kewajiban sebagai mahasiswa untuk tetap mengikuti perkuliahan yang terkadang dari Zoom, WhatsApp dan Google Class room, intinya sangat membosankan, banyak juga kawan-kawan yang hanya mengisi absen untuk sekedar saja hadir diperkuliahan, tapi apa boleh buat, beginilah situasinya.(**)

Ditulis : Abdul Majid Rangkuti, Mahasiswa STAIN Madina
Photo : Penulis, Tugas Artikel Pendidikan

 

loading...

Komentar Facebook

Related Posts