Berita Daerah

Bupati Madina Terima Audensi Mendadak Ratusan Warga Pemecah Batu Tradisional

Madinapos.com – Panyabungan.

Bupati Mandailing Natal Drs. Dahlan Hasan Nasution menerima audensi mendadak ratusan warga pemecah batu tradisional yang biasa menumpukkan batu pecah disepanjang pinggiran sungai Aek Pohon Desa Tobing Tinggi, Pagaran, Pidoli, Adian Jior dan Manyabar Minggu (13/9) siang. Warga keluhkan saat ini batu pecah tidak ada yang beli sehingga terancam tak lagi bekerja dan kesulitan memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Pak Bupati yang kami hormati, kami ini adalah pemecah batu tradisional yang kehidupannya banyak bergantung dari adanya pembangunan infrastruktur di Mandailing Natal ini, sehingga batu pecah kami dibeli dan kamipun bekerja dan hasilnya bisa membeli kebutuhan pangan untuk anak-anak kami”, ungkap ibu yang biasa dipanggil Umak Parmaen ini saat menyampaikan keluh kesah mewakili warga kepada Bupati di Taman Raja Batu Panyabungan.

Ibu tersebut menguraikan sejak adanya Perusahaan Galian C yang punya izin resmi dan beroperasi di proyek pembangunan maka batu pecah rakyat sudah tidak lagi dibeli dengan berbagai alasan yang mereka sendiri kurang paham,” yang kami tahu pak bahwa perusahaan masih membutuhkan batu pecah, apalah salahnya batu kami juga dibeli karena kami hanya butuh uang untuk makan, bukan mau cari kaya, untuk itu tolong bantu kami pak Bupati”, tutupnya.

Bupati Dahlan Hasan Nasution yang secara kebetulan ada agenda di Taman Raja Batu dan menerima audensi warga menyampaikan bahwa beberapa waktu yang lalu memang sudah mendengar keluhan warga pemecah batu tradisional ini,” saya sungguh sangat prihatin dengan kondisi ini, seharus perusahaan galian c yang sudah memiliki izin atau cruiser dapat berbagi rezeki atas segala pembangunan infrastruktur di Mandailing Natal ini”, ungkapnya.

“Fungsi pemerintah diantaranya mampu menjaga keseimbangan berusaha bagi kalangan yang sudah mapan secara finansial dengan warga yang mengelola usahanya secara tradisional yang berusaha hanya untuk memenuhi kebutuhan pangannya sehari-hari”, ungkap Dahlan kepada warga tersebut.

Selanjutnya Bupati memanggil Kepala Dinas PUPR dan Perkim dan lainnya untuk koordinasi sejenak,” ibu-ibu sekalian saya sebentar tadi diskusi dengan beliau-beliau ini yang merupakan Kadis PUPR dan Perkim dan lainnya, saya sudah minta agar dinas terkait ini segera mencari jalan keluarnya termasuk fasilitasi kerjasama dengan perusahaan galian C berizin dan perusahaan yang membutuhkan batu pecah agar tetap membeli batu pecah masyarakat”, tambah Dahlan.

“Saya sudah minta agar batu pecah yang dikelola secara tradisional untuk tetap dibeli, saya paham ada persolalan izin dan pajak namun sudah ada jalan keluarnya, jadi bapak- ibu yang bekerja sebagai pemecah batu secara tradisional untuk teruslah bekerja dan biarkan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal yang memikirkan solusi lainnya, yang penting batu pecah bapak dan ibu laku terjual dan bisa memenuhi nafkah keluarga”, tutupnya yang disambut dengan tepuk tangan warga.

Setelah berdiskusi panjang, warga meminta untuk photo bersama dengan Bupati Madina. Sebelum pulang bupati mengarahkan warga makan siang dan bupati juga terlihat membelikan es krim kepada anak-anak warga tersebut. (Alq)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts