Bisnis dan Ekonomi

Buruh Bongkar Kapal Nelayan Batahan, Mengais Rezki di Tepian Pantai

Madinapos.com – Batahan

Pagi itu, tiga kapal bagan nelayan (kapal penangkap ikan teri) pulang dari melaut dan merapat dipinggir pantai Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal. Sekelompok buruh pikul atau upahan bongkar muatan kapal nelayan bersigap langsung membawa keranjang dan berenang mendekati kapal, berbagai jenis ikan pun dituangkan dan membawanya ketepian dengan cara dipikul.

Beginilah peran kami kata Masril, salah seorang buruh bongkar kapal nelayan yang ditemui Madina Pos, di Pantai Batahan Senin (16/4) pagi. Setiap hari kapal akan nelayan yang baru pulang melaut akan berlabuh dikawasan sepanjang pantai ini, “selanjutnya adalah tugas kami untuk memikul ikan hasil tangkapan dan membawanya ketepian pantai, karena kapal hanya bisa merapat sekitar 100 meter dari bibir pantai” ungkapnya.

Masril juga menceritakan bahwa terkadang ombak sedikit besar maka harus berjuang keras pula melewatinya ” yah, harus pandai berenang agar bisa bekerja cepat, setelah itu kuat memikul keranjang ikan dan membawanya hingga ke tepian pantai  dan ke penjemuran” ungkapnya.

Ketika disinggung soal penghasilan, Masril menyampaikan “semua rezeki sudah diatur Yang Maha Kuasa, kalkulasi tadi di lapangan ada tiga kapal Bagan yang mereka bongkar muatannya hari ini pertama 42 kaleng, kedua 22 kaleng dan ketiga 17 kaleng , jika di jumlahkan hari ini mereka dapat 81 kaleng/belek x Rp.10.000.- / belek jadi Rp.810.000.- jadi karena ini kerja berkelompok 7 orang, maka akan dibagi sama Rp.115.000./org” urai Masril.

Jika badai atau angin kencang, nelayan tidak melaut maka buruh bongkar kapal nelayan ini juga tidak dapat bekerja “saya kepingin ada usaha lain, kalau situasi sedang badai, apapun tak bisa kita kerjakan, nelayan tak melaut kami juga tidak ada yang bisa dibongkar” ungkapnya. (topen)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts